Panen raya tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam menunjukkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian yang selama ini didukung menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Wakil Ketua DPD Papua Pegunungan, para kepala distrik, kelompok tani, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur John Tabo meninjau langsung hasil panen berbagai jenis sayur-sayuran yang dibudidayakan masyarakat secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.
Menurutnya, hasil panen tersebut membuktikan bahwa Papua Pegunungan mampu menghasilkan produk pertanian organik berkualitas tinggi yang sehat dan layak bersaing di pasar nasional.
"Semua sayur yang dipanen di sini ditanam secara alami tanpa pupuk kimia dan tanpa pestisida. Ini benar-benar organik dan sangat baik untuk kesehatan masyarakat," ujar John Tabo.
Pemprov Siapkan Kebijakan Larangan Sayur dari Luar Papua Pegunungan
Melihat keberhasilan para petani lokal, Gubernur John Tabo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam waktu dekat akan menerbitkan surat edaran sebagai langkah awal sebelum diterbitkannya regulasi resmi yang membatasi masuknya sayur-mayur dan sejumlah komoditas pertanian dari luar daerah.
Kebijakan tersebut bertujuan melindungi hasil produksi petani Papua Pegunungan sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
"Kami akan mengeluarkan surat terlebih dahulu. Setelah itu akan disiapkan regulasi yang lebih kuat. Sayur-mayur dari luar Papua Pegunungan akan kami batasi karena masyarakat kita sudah mampu memproduksi sendiri," tegasnya.
Menurut Gubernur, kebijakan tersebut bukan untuk menghambat perdagangan, melainkan memberi ruang agar hasil kerja para petani lokal memperoleh pasar yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap produk lokal Papua Pegunungan.
Gerai Koperasi Jadi Pusat Penampungan Hasil Pertanian
John Tabo menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan baru saja meresmikan Gerai Koperasi Provinsi Papua Pegunungan sebagai pusat penampungan dan pemasaran seluruh hasil pertanian masyarakat.
Melalui koperasi tersebut, hasil panen para petani akan dibeli kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah sehingga petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam menjual hasil produksinya.
"Kami sudah menyiapkan koperasi sebagai tempat penampungan hasil bumi masyarakat. Dari koperasi inilah seluruh hasil pertanian akan dipasarkan ke berbagai daerah," katanya.
Menurutnya, keberadaan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun sistem ekonomi rakyat yang terintegrasi mulai dari produksi, penampungan hingga pemasaran.
Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Otsus
Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan terus memprioritaskan penggunaan Dana Otonomi Khusus untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, koperasi, hingga ekonomi kreatif.
Ia mengatakan pemerintah tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, hingga akses pemasaran.
"Kami ingin uang Otsus benar-benar kembali kepada masyarakat melalui program-program ekonomi rakyat. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu mandiri," ujarnya.
Selain hasil pertanian, pemerintah juga mulai memperkuat pemasaran komoditas perikanan yang didatangkan langsung dari nelayan tanpa melalui perusahaan sehingga harga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.
Papua Pegunungan Optimistis Kendalikan Inflasi
John Tabo optimistis bahwa penguatan sektor pertanian lokal akan mampu menekan laju inflasi di Papua Pegunungan.
Menurutnya, semakin banyak kebutuhan pangan yang dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri, maka ketergantungan terhadap pasokan dari luar akan semakin berkurang.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Papua Pegunungan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kalau masyarakat sudah memproduksi sendiri, maka inflasi bisa ditekan," katanya.
Ia menambahkan bahwa saat ini program pemberdayaan ekonomi baru berjalan sekitar dua tahun dan hasilnya sudah mulai dirasakan masyarakat.
Gubernur meyakini pada tahun 2027 pembangunan sektor pertanian akan semakin berkembang dengan dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPR Papua Pegunungan, serta seluruh masyarakat.
Perempuan Papua Jadi Motor Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada para perempuan Papua yang memimpin kelompok tani di Kampung Muai.
Menurutnya, kaum perempuan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian rumah tangga.
"Saya bangga melihat mama-mama Papua yang bekerja keras mengembangkan pertanian. Pemerintah akan terus hadir membantu apabila masih ada kekurangan maupun kebutuhan di lapangan," ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kepala distrik, kepala kampung, dan kelompok tani terus diperkuat agar Papua Pegunungan mampu menjadi salah satu lumbung pangan baru di kawasan timur Indonesia.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 24-Juli 2026

0 Komentar