Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Dinas Sosial Dogiyai Perkuat Pelayanan Kelompok Rentan, Fokus Pendataan 26 Jenis PMKS

Dogiyai, Olemah.com – Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Sosial terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori kelompok rentan dengan menggelar kegiatan Bimbingan Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Digikotu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sosial yang lebih tepat sasaran.

Program ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya keluarga pendamping, lanjut usia (lansia) terlantar, anak terlantar, penyandang disabilitas, serta gelandangan dan pengemis (gepeng). Pemerintah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, dan lingkungan sosial dalam memberikan perlindungan kepada kelompok yang membutuhkan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, SE., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan program kesejahteraan sosial sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.

Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi dasar utama dalam menentukan kebijakan serta memastikan seluruh bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

"Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh dan akurat agar pemerintah mengetahui kebutuhan nyata masyarakat. Dengan data yang valid, program bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal," ujarnya.

Selain membahas pentingnya pendataan, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai pemberdayaan penyandang disabilitas. Materi disampaikan oleh Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, S.S., yang mengajak seluruh masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.

"Disabilitas bukanlah penghalang untuk berkarya. Mereka memiliki kemampuan yang perlu didukung sehingga dapat hidup mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, materi mengenai pelayanan sosial bagi lansia terlantar, anak terlantar, serta gelandangan dan pengemis disampaikan oleh Apin Goo, Staf Bidang Rehabilitasi Sosial Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lansia Dinas Sosial Kabupaten Dogiyai.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa keberhasilan program rehabilitasi sosial tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, pendamping sosial, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik, transparansi pelaksanaan program, dan pengawasan bersama menjadi kunci agar seluruh bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah seorang keluarga pendamping, Adii, mengusulkan agar Dana Bagi Hasil (DBH) maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua dapat dialokasikan untuk mendukung program kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang masuk dalam kategori 26 jenis PMKS.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha akan memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat, terutama bagi warga Papua yang hidup dalam kondisi sosial dan ekonomi yang rentan.

Usulan tersebut mendapat perhatian peserta karena dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendanaan dalam meningkatkan pelayanan sosial secara berkelanjutan.

Kegiatan bimbingan sosial berlangsung hingga siang hari dan diakhiri dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara peserta, narasumber, dan penyelenggara.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Dogiyai berharap pelayanan sosial kepada kelompok rentan dapat semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran. Pemerintah juga berkomitmen terus memperkuat pendataan, pemberdayaan, serta perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di Kabupaten Dogiyai.

Sumber : Apin

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 04-Juli 2026

Posting Komentar

0 Komentar