Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Lima Orang Tewas dalam Penembakan di Tolikara, TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab, TNI Sebut Korban Pekerja Proyek

JAYAPURA, OLEMAH.COM — Lima orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIT.

Peristiwa tersebut memunculkan pernyataan berbeda dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Kodam XVII/Cenderawasih mengenai identitas para korban.

TPNPB Mengklaim Bertanggung Jawab

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam pernyataan tertulis yang diterima media pada Senin (3/8/2026), menyatakan pihaknya menerima laporan dari Mayor Terinus Enumbi bersama Mayor Botak Wanimbo dari TPNPB Kodap XXVIII Yambi Batalyon Yamo yang mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Menurut pernyataan TPNPB, lima korban yang ditembak bukan merupakan pekerja sipil, melainkan orang-orang yang mereka klaim sebagai agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai pekerja proyek pembangunan.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB juga kembali mengeluarkan seruan kepada warga pendatang yang bekerja sebagai tukang bangunan, pengemudi ojek, tenaga kesehatan, guru maupun aparatur sipil negara (ASN) agar meninggalkan wilayah yang mereka sebut sebagai daerah operasi.

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari TPNPB dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Kodam XVII/Cenderawasih: Korban Adalah Pekerja Proyek

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menyampaikan hasil investigasi dan verifikasi lapangan TNI-Polri menyebut penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang disebut dipimpin Botak Wanimbo dan Terinus Enumbi.

Menurut Kodam XVII/Cenderawasih, sasaran penembakan merupakan pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan di wilayah tersebut.

Kodam menyebut empat korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah:

1. Arman Sibarani

2. Erlin Aritonang

3. Alfonds

4. Barengga (warga asli Papua)

Menurut Kodam, seluruh korban merupakan pekerja proyek, kecuali Barengga yang merupakan masyarakat setempat.

Pekerja Lain Berhasil Menyelamatkan Diri

Kodam XVII/Cenderawasih menjelaskan sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri menuju Distrik Kanggime sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada aparat keamanan yang selanjutnya mengerahkan personel gabungan untuk melakukan evakuasi.

Tim gabungan terdiri dari Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu dan Polsek Ilu diterjunkan ke lokasi kejadian.

Kodam menyatakan seluruh korban meninggal maupun para pekerja yang selamat berhasil dievakuasi tanpa adanya korban dari unsur aparat keamanan.

Pengamanan Diperketat

Kodam XVII/Cenderawasih mengecam aksi penembakan tersebut dan menyatakan peristiwa itu telah merenggut nyawa warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur.

Selain melakukan evakuasi, aparat keamanan juga memperketat pengamanan di sekitar lokasi serta melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga sebagai pelaku penyerangan.

Menurut Kodam, kehadiran aparat keamanan bertujuan melindungi masyarakat, menjaga kelangsungan pembangunan, serta menciptakan situasi keamanan di wilayah Papua.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat informasi independen yang dapat memverifikasi klaim masing-masing pihak terkait identitas para korban maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.


Sumber : SuaraPapua.com, pernyataan TPNPB, dan keterangan resmi Kodam XVII/Cenderawasih

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 05-Agustus 2026

Posting Komentar

0 Komentar