Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Bimtek Perpustakaan Papua Pegunungan Resmi Ditutup, Anthony Mirin Dorong Inovasi dan Kolaborasi

WAMENA, OLEMAH.COM — Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Pegunungan, Anthony M. Mirin, S.Sos., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis atau Bimtek Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan dalam Mewujudkan Layanan Perpustakaan Berkualitas dan Inovatif.”

Dalam sambutannya, Anthony Mirin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, narasumber, pimpinan organisasi perangkat daerah, kepala sekolah, lembaga pendidikan tinggi, komunitas, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan sejak hari pertama hingga penutupan.

“Atas nama pimpinan, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat sampai selesai,” ujar Anthony.

Menurutnya, kegiatan Bimtek tersebut bukan sekadar agenda birokrasi, tetapi menjadi ruang untuk melihat kembali pentingnya inovasi, kolaborasi, integrasi, dan kebersamaan dalam membangun layanan perpustakaan di Papua Pegunungan.

Anthony menegaskan, tenaga perpustakaan dan pustakawan harus mampu mengembangkan cara kerja baru agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan masyarakat.

“Bagaimana kita bisa berkolaborasi, membangun inovasi, serta memperkuat integrasi dan kebersamaan. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan,” katanya.

Ia mengakui bahwa kondisi geografis Papua Pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan. Sejumlah wilayah masih sulit dijangkau melalui transportasi darat sehingga membutuhkan dukungan transportasi udara dan kerja sama lintas sektor.

Anthony menyebut, beberapa daerah seperti Nduga, Pegunungan Bintang, dan wilayah lainnya menghadapi tantangan akses akibat jarak serta keterbatasan transportasi. Karena itu, diperlukan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak agar pelayanan perpustakaan dapat menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.

“Kita harus bekerja keras bersama-sama. Walaupun daerah kita berada di pegunungan dan memiliki tantangan geografis, pelayanan perpustakaan harus tetap hadir bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pembangunan dan pengembangan perpustakaan dilakukan secara merata, termasuk perpustakaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum, sekolah, maupun perguruan tinggi.

Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kehadiran perpustakaan di setiap wilayah diharapkan dapat memberikan akses pengetahuan kepada anak-anak dan generasi muda.

Anthony turut menekankan pentingnya ketersediaan data. Ia meminta agar data perpustakaan, tenaga perpustakaan, pustakawan, serta kebutuhan layanan dapat dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan maupun instansi terkait.

“Sekarang ini kita membutuhkan data yang baik. Data tersebut harus dikumpulkan agar dapat dikoordinasikan dan menjadi dasar untuk membangun kerja sama serta meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Anthony juga mengingatkan bahwa tugas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gedung perpustakaan, tetapi juga menjaga arsip dan rekaman sejarah daerah.

Ia mengatakan, arsip memiliki nilai penting bagi generasi mendatang karena menjadi sumber informasi mengenai perjalanan pemerintahan, pembangunan, dan kehidupan masyarakat.

“Tugas kita sangat besar. Kita harus menjaga arsip agar anak cucu kita ke depan memiliki rekaman dan informasi tentang sejarah daerah ini,” katanya.

Anthony mengajak seluruh peserta Bimtek untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama dua hari kegiatan ke dalam tugas masing-masing. Ia berharap materi yang disampaikan para narasumber dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas pelayanan perpustakaan di wilayah kerja masing-masing.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun penyelenggaraan acara.

“Semoga apa yang kita pelajari selama dua hari ini dapat diterapkan dalam tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Apabila terdapat kekurangan selama kegiatan, kami menyampaikan permohonan maaf,” tuturnya.

Penutupan kegiatan Bimtek ditandai dengan ucapan terima kasih kepada para narasumber dan seluruh peserta. Anthony berharap semangat kebersamaan, inovasi, dan pelayanan publik yang diperoleh selama kegiatan dapat terus dikembangkan demi mewujudkan perpustakaan yang berkualitas dan inovatif di Provinsi Papua Pegunungan.


Sumber : Kaki Abu

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 09 September 2026

Posting Komentar

0 Komentar