Seorang pedagang daging babi di Pasar Youtefa mengakui bahwa kenaikan ini terjadi secara bertahap sejak awal November.
“Memang saat ini daging babi lagi mahal. Kami pun tidak bisa berbuat banyak karena harga dari pemasok sudah naik,” ujarnya kepada Olemah.com.
Sementara itu, pembeli yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa meskipun harga sudah tinggi, kebutuhan menjelang Natal membuat warga tetap membeli.
“Mau bagaimana lagi, harus beli karena kebutuhan. Tapi kami berharap pemerintah bisa turun tangan supaya harga barang lain tidak ikut naik seperti daging babi,” ungkap salah seorang pembeli.
Warga khawatir kenaikan harga daging babi akan diikuti komoditas lain menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Di Jayapura saja sudah begini. Bagaimana dengan daerah lain? Semoga pemerintah bisa atasi lebih awal sebelum semua harga barang ikut mahal,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah pengawasan, operasi pasar, dan koordinasi dengan distributor untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama perayaan akhir tahun.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 29 November 2025

0 Komentar