Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua 2026 yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua dan berlangsung pada 13–15 Januari 2026 di Nabire. Workshop dimoderatori oleh Robert Yewen dan diikuti puluhan pelajar serta mahasiswa dari berbagai sekolah dan kampus.
Mendidik Generasi Muda Papua Melek Keamanan Digital
Dalam pemaparannya, Aldo Mooy menekankan pentingnya edukasi keamanan digital sejak dini, khususnya dalam menjaga data pribadi yang kelak berdampak besar saat memasuki dunia kerja dan pendidikan tinggi.
“Sejak dini kita didik adik-adik untuk menjaga data pribadi dan akun digital mereka. Ini sangat berdampak ketika masuk ke dunia kerja dan saat mengakses berbagai layanan pendidikan,” ujar Aldo.
Ia mengingatkan, kebocoran data pribadi dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab sehingga berpotensi merugikan masa depan seseorang, termasuk hak pendidikan dan kesempatan kerja.
Pelajar Didorong Jadi Pelaku Jurnalisme Damai
Selain aspek keamanan digital, Aldo juga mendorong pelajar dan mahasiswa Papua untuk berperan aktif membangun harmoni di ruang digital melalui praktik jurnalisme damai.
“Pelajar dan mahasiswa bukan hanya pembaca informasi, tetapi juga pelaku yang bisa mengabarkan peristiwa dari lingkungan mereka dengan cara yang damai dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurut Aldo, menjaga ruang digital bukan hanya tugas orang tua atau keluarga, melainkan tanggung jawab setiap individu.
“Melindungi diri di ruang digital bukan tanggung jawab orang tua atau kakak. Setiap orang punya kewajiban menjaga dirinya sendiri,” tegasnya.
Data Penting yang Wajib Dilindungi
Dalam workshop tersebut, Aldo merinci sejumlah data penting yang wajib dijaga oleh generasi muda, antara lain:
Email dan Nomor Handphone
Email menjadi kunci utama akses berbagai layanan digital, terutama pada perangkat Android, sementara nomor handphone yang terhubung menjadi bagian penting dari identitas digital pengguna.
Identitas Resmi
Dokumen seperti kartu pelajar, KTP, dan NPWP harus dijaga ketat karena terhubung dengan data keuangan, layanan pemerintah, hingga pendaftaran beasiswa.
“Banyak kasus kebocoran data berawal dari penyalahgunaan nomor KTP. Jika bocor, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan,” paparnya.
Waspadai Ancaman di Ruang Digital
Aldo juga mengingatkan tiga ancaman utama di ruang digital yang sering dialami generasi muda, yaitu:
Pencemaran nama baik
Intimidasi
Perundungan siber (cyberbullying)
Untuk membantu pelajar memeriksa keamanan data mereka, Aldo merekomendasikan penggunaan situs Periksa Data, sebuah platform kolaborasi media nasional untuk mengecek potensi kebocoran email dan data digital.
“Jika data terdeteksi bocor, segera lakukan langkah mitigasi agar tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Kontribusi Damai dari Tanah Papua
Workshop ini menegaskan peran strategis pelajar dan mahasiswa Papua sebagai agen perdamaian di ruang digital.
“Kita dorong generasi muda membangun harmoni di ruang digital, sehingga Tanah Papua dikenal sebagai tanah damai—sebuah sumbangan perdamaian dari timur untuk Republik ini,” pungkas Aldo.
Sebagai informasi, Festival Media Se-Tanah Papua 2026 menghadirkan berbagai agenda penting, mulai dari pelatihan jurnalistik investigasi, keamanan digital, pemanfaatan AI dalam jurnalisme, talk show pembangunan Papua, pameran karya jurnalistik, hingga Papua Jurnalistik Award 2026 pada malam puncak acara.
Berita ini dipublikasikan oleh www.olemah.com
sebagai bagian dari komitmen menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, dan membangun Papua.
Sumber : Anak Kampung
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 14 Januari 2026

0 Komentar