Jakarta, Olemah.com – Proses seleksi Timnas Indonesia U-20 di bawah arahan pelatih Nova Arianto diakui berjalan sangat ketat. Sejumlah pemain, termasuk pemain keturunan hingga anak legenda sepak bola Papua, mengungkapkan bahwa tidak ada jaminan tempat meski pernah memperkuat tim nasional sebelumnya.
Pemain keturunan Indonesia–Guinea, Ousmane Camara, menegaskan bahwa statusnya sebagai mantan pemain Timnas U-20 Indonesia tidak membuatnya berada di posisi aman. Menurutnya, seluruh pemain wajib membuktikan kualitas masing-masing selama proses seleksi berlangsung.
“Evaluasi untuk diri saya sendiri, saya harus bisa mendapatkan tempat di Timnas Indonesia U-20. Tidak ada jaminan, semua harus kerja keras,” ujar Camara.
Camara juga menyebut pengalamannya di era kepelatihan Indra Sjafri sebagai bekal penting dalam menghadapi seleksi saat ini. Ia berharap bisa menembus skuad final Garuda Nusantara dan melanjutkan proses pembinaan ke jenjang tim nasional berikutnya.
“Di era pelatih Indra Sjafri sebelumnya saya jadikan pengalaman berharga. Semoga saya bisa mendapatkan tempat di sini,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Reno Salampessy, putra dari legenda Persipura Jayapura Ricardo Salampessy. Reno mengakui bahwa seleksi di bawah Nova Arianto benar-benar menuntut konsistensi, disiplin, dan mental kuat dari setiap pemain.
Menurut Reno, persaingan antarpemain sangat ketat karena semua ingin menjadi bagian dari skuad utama Timnas U-20 Indonesia. Tidak ada perlakuan khusus, termasuk bagi pemain yang memiliki nama besar di belakangnya.
Nova Arianto sendiri masih terus mencari komposisi terbaik untuk membentuk Timnas U-20 Indonesia yang solid. Setelah mencatatkan hasil positif bersama Timnas Indonesia U-17, tantangan berikutnya adalah memoles Garuda Nusantara agar siap bersaing di level internasional.
Sumber : BOLASPORT.COM
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 02 Januari 2026

0 Komentar