Ketegangan yang dipicu persoalan pergantian kepala kampung di Distrik Mokoni tersebut berdampak meluas hingga ke wilayah perbatasan Jayawijaya. Konflik bahkan dilaporkan terjadi sejak 14 Februari 2026 di Kampung Pipitmo, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya.
Pemerintah Turun Tangan
Dalam kunjungan mediasi itu, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Lanny Jaya, anggota DPRK Lanny Jaya, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. Langkah ini dilakukan guna meredam eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan bermula dari ketidakpuasan sebagian pihak terhadap kebijakan pergantian kepala kampung di Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik antar suku yang mengancam keselamatan warga.
Sekda Lanny Jaya, melalui koordinasi dengan Bupati setempat, berkomitmen menyelesaikan akar persoalan secara administratif dan kekeluargaan. Proses penyelesaian rencananya akan difasilitasi melalui koordinasi bersama aparat keamanan di wilayah hukum Polres Jayawijaya.
Wamena sebagai Barometer Kedamaian
Dalam arahannya, Ronny Elopere menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di Kota Wamena sebagai ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
“Wamena ini adalah jantung dari seluruh Papua Pegunungan. Jika Wamena aman, maka daerah lain juga akan aman. Saya meminta dengan sangat, mari hentikan kegiatan yang merugikan banyak orang,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Wamena bukan milik satu kelompok tertentu, melainkan rumah bersama dan barometer kedamaian bagi tujuh kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
Peran Tokoh Agama dan Adat
Selain mengapresiasi kesiapsiagaan aparat keamanan yang berjaga sejak awal konflik, Wakil Bupati juga meminta peran aktif tokoh gereja dan tokoh adat dalam meredam situasi.
Menurutnya, pendekatan spiritual melalui penyampaian firman Tuhan dinilai lebih efektif untuk menenangkan emosi massa.
“Kami harap tokoh agama tidak hanya mengandalkan pemerintah atau aparat, tetapi proaktif memberikan pemahaman agar jemaat mampu mengendalikan emosi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika masyarakat disentuh melalui pendekatan iman dan adat, kesadaran untuk menjaga kedamaian akan tumbuh secara alami.
Harapan Damai dan Kondusif
Pemerintah berharap seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian. Upaya mediasi yang telah dimulai diharapkan mampu menghentikan konflik serta mengembalikan situasi kondusif di wilayah Jayawijaya dan Lanny Jaya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih bersiaga guna memastikan kondisi tetap terkendali dan mencegah meluasnya pertikaian.
Sumber : Wim Ato
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 17 Februari 2026

0 Komentar