Dalam pernyataan bersama yang disampaikan di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut sangat merugikan masyarakat Papua sendiri dan mengancam masa depan generasi muda di wilayah pegunungan.
“Jangan Saling Hancurkan Sesama Papua”
Mahasiswa mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan, khususnya mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota studi, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami menghimbau kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat asal pegunungan di kota studi manapun agar tidak terprovokasi dengan peristiwa perang yang sedang terjadi di Wamena. Kita harus tetap menjaga kebersamaan sebagai anak-anak Papua,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Mereka menegaskan bahwa masyarakat Papua, khususnya di daerah pegunungan, memiliki jumlah penduduk yang tidak banyak sehingga konflik berkepanjangan hanya akan membawa penderitaan bagi masyarakat sendiri.
“Kita ini tinggal sedikit, bukan banyak. Jangan sampai kita saling menghancurkan sesama saudara sendiri,” tegas mereka.
Minta Pemerintah Segera Mediasi
Selain menyerukan perdamaian, mahasiswa juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan segera mengambil langkah mediasi.
Mereka berharap Gubernur Papua Pegunungan bersama para bupati dari daerah yang terlibat konflik dapat duduk bersama mencari solusi damai.
Menurut mahasiswa, situasi yang terus memanas berpotensi mengganggu keamanan dan stabilitas di ibu kota provinsi.
Ajak Tokoh Adat, Gereja dan Intelektual Bersatu
Mahasiswa juga meminta para tokoh gereja, tokoh adat, senior pemerintahan, dan kaum intelektual untuk ikut berperan aktif menenangkan situasi.
“Konflik ini sangat berbahaya bagi masa depan daerah pegunungan,” lanjut mereka.
Mereka berharap perang tidak meluas ke daerah lain maupun ke kota-kota studi tempat mahasiswa Papua berada.
Ingin Belajar dan Bangun Papua dengan Damai
Para mahasiswa menegaskan bahwa generasi muda Papua saat ini ingin fokus belajar, membangun masa depan, dan menjaga persatuan.
“Kami ingin hidup damai, belajar dengan tenang, dan membangun masa depan Papua Pegunungan bersama-sama,” ungkap mereka.
Seruan Persatuan Orang Papua
Di akhir pernyataannya, mahasiswa dari tiga kabupaten tersebut mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengedepankan dialog, persaudaraan, dan perdamaian demi menjaga persatuan orang Papua.
Mereka berharap konflik yang terjadi dapat segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan damai.
Seruan damai dari mahasiswa Lani Jaya, Yahukimo, dan Jayawijaya menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan agar tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga persatuan di tengah situasi konflik yang terjadi di Wamena.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 15 Mei 2026

0 Komentar