PALANGKA RAYA, OLEMAH.COM – Seorang jurnalis di Kalimantan Tengah berinisial BB mengaku mendapat ancaman serius berupa penyiraman air keras setelah mengunggah ajakan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di media sosial.
Ancaman tersebut diterima melalui pesan WhatsApp pada Selasa malam (13/5/2026), beberapa hari setelah flyer nobar diunggah di akun TikTok pribadinya, @budibaskoro_.
Ajakan Nobar Viral di Media Sosial
BB menjelaskan bahwa ia pertama kali mengunggah flyer nobar film “Pesta Babi” pada Jumat pagi (8/5/2026).
Kegiatan nobar tersebut berlangsung di Rumput Liar Slowbar, Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Acara tersebut diselenggarakan oleh:
LPM Mardaheka
Lamankita
Menurut BB, unggahan tersebut viral dan ditonton lebih dari 50 ribu kali di media sosial.
“Flyer itu juga di-posting penyelenggara dan saya repost di story. Nobar berjalan lancar dengan sekitar 60 peserta,” ujarnya.
Diancam Disiram Air Keras
BB mengaku menerima pesan ancaman yang meminta dirinya menghapus unggahan terkait nobar film tersebut.
Jika tidak dihapus, pengirim pesan mengancam dirinya akan mengalami nasib seperti aktivis HAM Andrie Yunus yang pernah menjadi korban penyiraman air keras.
“Saya diancam akan mengalami kejadian seperti Andrie Yunus,” katanya.
Diduga Upaya Intimidasi dan Pembungkaman
Awalnya BB mengira tautan yang dikirim orang tak dikenal tersebut merupakan upaya phishing atau pencurian data pribadi.
Namun setelah diperiksa, tautan itu ternyata langsung mengarah ke unggahan media sosial miliknya.
BB juga mengungkapkan bahwa pesan ancaman serupa turut diterima oleh kerabatnya.
Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi dan upaya pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi.
Film “Pesta Babi” Jadi Sorotan
Film dokumenter “Pesta Babi” diketahui disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale.
Film itu diproduksi melalui kolaborasi:
Watchdoc
Greenpeace Indonesia
serta sejumlah lembaga lainnya.
Belakangan, kegiatan nobar film tersebut menjadi perhatian publik di sejumlah daerah Indonesia.
Kebebasan Pers Jadi Sorotan
Kasus ancaman terhadap jurnalis ini kembali memunculkan perhatian terkait keamanan jurnalis dan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Berbagai pihak berharap aparat penegak hukum segera mengusut pelaku ancaman agar tidak menimbulkan ketakutan di kalangan jurnalis maupun masyarakat sipil.
Ancaman terhadap jurnalis di Kalimantan Tengah usai promosi nobar film dokumenter “Pesta Babi” menjadi perhatian serius publik. Kasus ini dinilai penting untuk memastikan perlindungan terhadap kebebasan pers dan hak berekspresi di Indonesia.
Sumber : Kompas
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 15 Mei 2026

0 Komentar