Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat setelah insiden yang menimpa pesawat AMA di Kabupaten Yahukimo.
Menurut Uskup Yanuarius, sejak awal keberadaannya di Tanah Papua, AMA memiliki komitmen yang jelas untuk memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui transportasi darat.
"Informasi yang mengatakan pesawat AMA mengangkut anggota TNI, Polri maupun amunisi itu tidak benar sama sekali. Kami membantah tuduhan tersebut," tegas Uskup Yanuarius.
Ia menjelaskan bahwa selama puluhan tahun AMA telah menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, serta pembangunan sumber daya manusia di berbagai wilayah pedalaman Papua.
Menurutnya, keberadaan pesawat AMA telah membantu ribuan masyarakat memperoleh akses menuju rumah sakit, sekolah, hingga berbagai pelayanan sosial yang sebelumnya sulit dijangkau.
"AMA hadir untuk pelayanan kemanusiaan. Pesawat ini membawa tenaga kesehatan, pelayanan gereja, pendidikan, logistik kemanusiaan, serta membantu masyarakat pedalaman memperoleh pelayanan dasar," ujarnya.
Uskup mengatakan, perkembangan masyarakat Papua hingga mampu mengenyam pendidikan tinggi dan memperoleh pelayanan kesehatan tidak terlepas dari kontribusi berbagai lembaga misi, termasuk pelayanan penerbangan yang dilakukan AMA.
Ia menilai tuduhan yang mengaitkan pesawat AMA dengan aktivitas militer tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
"Kami sungguh-sungguh berkomitmen bahwa pesawat AMA tidak digunakan untuk mengangkut anggota TNI maupun Polri. Tuduhan itu sama sekali tidak benar," katanya kembali menegaskan.
Lebih lanjut, Uskup berharap seluruh pihak menghormati fungsi pelayanan kemanusiaan yang selama ini dijalankan AMA di Papua.
Menurutnya, transportasi udara menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman karena banyak wilayah hanya dapat dijangkau menggunakan pesawat perintis.
Ia berharap pelayanan kemanusiaan tetap dapat berjalan demi kepentingan masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pelayanan gereja, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa AMA tetap berkomitmen menjalankan misi kemanusiaan secara independen dan tidak terlibat dalam aktivitas militer maupun konflik bersenjata di Papua.
Sumber : Pernyataan Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai Yuo.
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 05-Juli 2026

0 Komentar