Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di sekitar wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
BMKG mencatat episenter gempa berada di sekitar 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur dengan kedalaman sekitar 10–15 kilometer. Gempa yang tergolong dangkal tersebut menyebabkan guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah.
Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Tidak lama setelah gempa utama terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Dalam informasi awalnya, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam kategori waspada dan siaga, dengan perkiraan waktu kedatangan gelombang berbeda-beda.
Untuk wilayah NTT, daerah yang masuk peringatan antara lain Pulau Ende, Sikka dan Flores Timur bagian utara.
Di NTB, wilayah yang masuk kategori waspada mencakup sejumlah kawasan di Bima dan Dompu.
Sementara di Sulawesi Tenggara, Kota Baubau masuk dalam daftar wilayah yang mendapat peringatan.
Di Sulawesi Selatan, peringatan mencakup Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara dan Kota Palopo.
BMKG juga mencatat sejumlah wilayah dalam kategori siaga, termasuk bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende dan Sikka, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan seperti Selayar, Jeneponto dan Bantaeng.
Gelombang Tsunami Terdeteksi, Peringatan Kemudian Dicabut
Pemantauan setelah gempa menunjukkan adanya perubahan muka laut di sejumlah lokasi. Laporan terbaru menyebut gelombang tsunami yang tercatat relatif kecil, sementara peringatan tsunami kemudian dihentikan setelah evaluasi BMKG menunjukkan tidak adanya ancaman tsunami besar yang berkelanjutan.
Meski peringatan telah berakhir, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.
Kerusakan dan Korban Mulai Dilaporkan
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah NTT. Laporan terbaru menyebut terdapat korban meninggal dunia dan luka-luka, sementara sejumlah rumah serta fasilitas publik mengalami kerusakan. Akses menuju beberapa daerah terdampak juga terganggu akibat longsor dan kerusakan jalan.
Wilayah Nagekeo termasuk kawasan yang mengalami dampak cukup berat karena lokasinya relatif dekat dengan pusat gempa. Sejumlah warga dilaporkan mengungsi untuk menghindari risiko gempa susulan dan dampak kerusakan bangunan.
Tim penyelamat dan pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap korban serta kerusakan untuk menentukan kebutuhan penanganan darurat.
Warga Diminta Tidak Panik
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti arahan resmi pemerintah serta BMKG.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir, kewaspadaan tetap diperlukan setelah gempa kuat, terutama apabila kembali terjadi gempa susulan atau terdapat perubahan kondisi laut yang tidak biasa.
Masyarakat juga diimbau menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Gempa ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan sistem peringatan dini menjadi sangat penting.
Sumber : Merdeka.com
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 16-Agustus 2026

0 Komentar