Kondisi Kebun Saat ini
WAMENA, OLEMAH.COM –Masyarakat Kabupaten Jayawijaya menyampaikan permohonan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret menghadapi dampak kemarau panjang yang disebut telah berlangsung lebih dari empat bulan ini.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, terutama petani yang mengalami kekeringan pada perkebunan dan berpotensi menghadapi gagal panen. Warga juga menyebut kondisi ini mulai berpengaruh terhadap ketersediaan dan harga pangan.
Bagi masyarakat, musim kemarau bukan sekadar fenomena tahunan, tetapi menjadi ujian terhadap kesiapan pemerintah dalam melindungi masyarakat dan menjaga ketahanan pangan.
“Kemarau menguji kepemimpinan. Kebijakan hari ini menentukan panen dan perut rakyat besok.”
Warga menilai bencana kekeringan dapat diprediksi sehingga dampak terhadap masyarakat seharusnya dapat diantisipasi sejak dini.
“Bencana bisa diprediksi, penderitaan jangan dibiarkan berulang.”
Warga Minta Pemerintah Hadir dengan Solusi
Masyarakat Jayawijaya meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak.
“Kami butuh solusi, bukan imbauan.”
Menurut masyarakat, ketika perkebunan rakyat mengalami kekeringan dan petani terancam gagal panen, pemerintah perlu segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga juga mengingatkan bahwa petani gagal panen dapat berdampak pada kenaikan harga pangan. Karena itu, langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan sebelum kondisi semakin berat.
Distribusi BAMA Diminta Dipercepat
Salah satu tuntutan konkret masyarakat adalah agar pemerintah mempercepat distribusi bahan makanan (BAMA) ke seluruh wilayah yang terdampak kemarau panjang.
Masyarakat meminta distribusi BAMA dilakukan ke 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya yang disebut terdampak kondisi kekeringan.
Menurut warga, bantuan pangan perlu segera diberikan agar masyarakat yang mengalami kesulitan akibat menurunnya hasil perkebunan tidak semakin terbebani.
Minta Lapangan Kerja bagi Warga Terdampak Gagal Panen
Selain bantuan pangan, masyarakat juga meminta pemerintah membuka lapangan kerja sementara bagi warga yang mengalami gagal panen.
“Buka lapangan kerja saat gagal panen, jangan tunggu kelaparan.”
Masyarakat menilai program tersebut dapat membantu keluarga yang kehilangan sumber pendapatan akibat perkebunan yang tidak dapat berproduksi selama musim kemarau panjang.
Lingkungan Juga Harus Dijaga
Masyarakat turut mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan di tengah kondisi kemarau.
Menurut mereka, kondisi hutan yang terbakar ditambah kemarau panjang dapat meningkatkan risiko bencana dan memperparah kerusakan lingkungan.
“Hutan dibakar + kemarau panjang = bencana. Stop abai pada lingkungan.”
Warga juga menyampaikan sejumlah pesan kepada pemerintah:
“Tanah retak, harapan jangan ikut retak. Pemerintah hadirlah.”
“Kemarau membakar perkebunan, tapi jangan sampai membakar kepercayaan rakyat.”
“Di musim di mana air jadi mahal, kepedulian harus jadi gratis.”
“Langit tak menurunkan hujan, semoga kebijakan menurunkan keadilan.”
Permohonan Masyarakat Jayawijaya
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera melihat kondisi masyarakat secara serius dan mengambil kebijakan yang dapat dirasakan langsung oleh warga di seluruh wilayah terdampak.
Warga menegaskan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan air, tetapi juga menyangkut pangan, pendapatan petani, harga kebutuhan pokok, lingkungan dan masa depan keluarga.
Masyarakat Kabupaten Jayawijaya berharap pemerintah bergerak sejak sekarang agar dampak kemarau panjang tidak berkembang menjadi krisis pangan yang lebih besar.
“Janji jangan ikut kering. Kami membutuhkan pemerintah yang hadir dengan tindakan nyata.”
Permohonan ini disampaikan sebagai aspirasi masyarakat dari seluruh Kabupaten Jayawijaya agar pemerintah segera memberikan perhatian dan solusi terhadap kondisi yang mereka hadapi.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 25-Agustus 2026

0 Komentar