Hal tersebut disampaikan Arifin saat meninjau langsung lokasi kerusuhan di kawasan Pejompongan. Dalam kunjungannya, ia sempat berbincang dengan sejumlah warga serta beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Bukan warga setempat, bukan warga sini, bukan. Warga dari luar,” kata Arifin kepada awak media.
Meski tidak merinci secara lengkap asal seluruh massa, Arifin menyebut ada beberapa orang yang diketahui berasal dari daerah lain, termasuk Bogor, Jawa Barat.
Saat berdialog dengan massa, Arifin mendapat informasi bahwa beberapa orang mencari keberadaan teman-teman mereka yang menurut mereka telah diamankan aparat keamanan.
Arifin kemudian meminta identitas dan nama orang-orang yang dimaksud agar informasi tersebut dapat dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. Namun, dari sejumlah orang yang ditemuinya, hanya satu orang yang mampu menyebutkan nama rekannya.
“Saya tanyakan siapa nama-namanya supaya bisa dikoordinasikan dengan jajaran Polda. Hanya satu yang bisa menyebutkan namanya,” ujar Arifin.
Setelah memperoleh informasi tersebut, Arifin langsung berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Pusat untuk meneruskan informasi kepada jajaran Polda Metro Jaya.
Ia juga mengingatkan massa agar tidak langsung membuat asumsi bahwa seluruh teman mereka telah diamankan oleh aparat keamanan.
Menurut Arifin, tidak adanya informasi lengkap mengenai identitas dan keberadaan orang-orang yang dicari membuat semua pihak perlu memastikan informasi terlebih dahulu.
“Jangan sampai berasumsi seolah-olah diamankan. Belum tentu. Mungkin ada yang pulang atau posisinya sekarang sedang istirahat, kita tidak tahu,” jelasnya.
Pejompongan Jadi Salah Satu Titik Konsentrasi Massa
Kawasan Pejompongan menjadi salah satu titik konsentrasi massa setelah aparat kepolisian berupaya membubarkan kerumunan pada Kamis malam.
Kerusuhan di lokasi tersebut dilaporkan berlangsung hingga Jumat dini hari dan sempat kembali terjadi akibat bentrokan massa pada pagi hari.
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah personel TNI dan aparat keamanan terlihat berjaga di beberapa titik, termasuk di sekitar Menara BNI, kolong flyover Slipi, serta Jalan Tentara Pelajar yang mengarah ke kawasan Senayan dan Tanah Abang.
Beberapa petugas juga terlihat melakukan pembersihan terhadap sisa-sisa kerusuhan di sekitar lokasi.
“Tolongan parkirnya pindah, jangan di sini. Kami baru bersihkan areanya,” ujar salah seorang petugas kepada warga.
Selain personel Korpasgat TNI AU, terlihat pula personel Polisi Militer serta anggota TNI AD dari jajaran Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad.
Petugas kebersihan juga tampak menyapu sampah yang berserakan di sejumlah titik. Di sekitar Menara BNI, petugas kebersihan terlihat berusaha membersihkan coretan pilox yang terdapat di area sekitar gedung.
Hingga sekitar pukul 09.20 WIB, situasi di kawasan Pejompongan dilaporkan telah terkendali. Arus lalu lintas kembali ramai dan lancar, sementara tidak terlihat adanya massa aksi di lokasi.
Sumber : Jawa pos
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 29-Agustus 2026

0 Komentar