Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Deretan Batu Tak Lazim di Purbalingga Kembali Terungkap, Diduga Jejak Peradaban Purba

Purbalingga, Olemah.com — Dari ketinggian sekitar 791 meter di atas permukaan laut, di balik rimbunnya hutan pinus perbukitan Igir Karem, Desa Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, tersembunyi sebuah deretan batu yang tak lazim. Batuan tersebut bukan temuan baru, namun selama puluhan tahun seolah “menghilang” tertutup rerumputan dan pepohonan lebat.

Keberadaan batu-batu itu kembali mencuat ke permukaan setelah salah seorang warga setempat, Suwono, memperhatikan keanehan pada salah satu batu yang ia temui. Awalnya, batu tersebut dianggap sebagai bagian biasa dari alam sekitar—tanpa perhatian khusus, tanpa pembersihan, dan tanpa penelitian lanjutan.

Namun pandangan itu berubah ketika Suwono mulai mengamati bentuk batu yang menurutnya berbeda dari batu-batu lain di sekitarnya.

“Waktu saya perhatikan, kok unik ya, antik gitu. Tidak seperti batu lain di sekitar sini,” tutur Suwono saat ditemui di lokasi.

Dari Rasa Penasaran hingga Penemuan Berlapis

Rasa penasaran itu mendorong Suwono untuk menceritakan temuannya kepada Arif Hidayat, warga lain yang juga tergabung dalam Komunitas Naga Wiwitan, sebuah komunitas yang menaruh perhatian pada sejarah, budaya, dan jejak peradaban leluhur.

Pada awalnya, keduanya hanya berniat membuat konten dokumentasi sederhana. Namun ketika dilakukan pembersihan ringan di sekitar lokasi, mereka justru menemukan batuan lain dengan bentuk serupa, tersusun dan terletak tidak secara acak.

Temuan tersebut memunculkan dugaan awal bahwa deretan batu ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan memiliki keterkaitan dengan aktivitas manusia pada masa lampau.

Lama Tersembunyi, Kini Kembali “Berbicara”

Menurut penuturan warga setempat, lokasi tersebut sudah lama dikenal sebagai kawasan hutan pinus tanpa nilai khusus selain fungsi ekologis. Tidak ada cerita turun-temurun yang secara eksplisit menyebutkan keberadaan situs purba di kawasan tersebut.

Namun kondisi itu justru memperkuat dugaan bahwa batuan ini telah lama terkubur oleh alam, tertutup vegetasi dan luput dari perhatian generasi ke generasi.

Kini, setelah kembali tersingkap, deretan batu tersebut mulai menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga berharap temuan ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, khususnya instansi terkait kebudayaan dan arkeologi, agar dapat dilakukan kajian ilmiah lebih mendalam.

Harapan Warga: Diteliti dan Dilindungi

Warga Desa Karangjambu berharap temuan ini tidak hanya menjadi viral sesaat, tetapi benar-benar mendapat perhatian serius agar tidak rusak atau hilang akibat aktivitas manusia yang tidak terkontrol.

“Kalau memang ini peninggalan sejarah, kami ingin dijaga bersama. Jangan sampai rusak atau diambil orang,” ujar salah satu warga.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai status batuan tersebut. Namun penemuan ini menjadi pengingat bahwa jejak peradaban masa lalu bisa saja tersembunyi di sekitar kita, menunggu untuk kembali ditemukan dan diceritakan ulang.


Sumber : TribunBayumas.com

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 30 Desember 2025

Posting Komentar

0 Komentar