Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Momen Guyonan di Rapat DPR RI, Menkeu Purbaya Sentil KSAD soal Anggaran Pemulihan Bencana

Jakarta, Olemah.com — Rapat koordinasi pemulihan pascabencana yang digelar DPR RI di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025), menyisakan momen ringan yang mengundang senyum para peserta. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu mendadak diwarnai guyonan ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyentil Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak terkait kondisi anggaran di lapangan.

TNI AD Kerja Swadaya di Lokasi Bencana

Dalam laporannya, Jenderal Maruli secara terbuka menyampaikan kondisi nyata yang dihadapi prajurit TNI AD dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini, sistem pendanaan untuk kerja-kerja darurat di lapangan masih belum sepenuhnya jelas.

“Sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya Pak, kita swadaya semua Pak. Ya sementara mungkin sampai pertengahan bulan depan kita masih kuat Pak, setelah itu ya sudah korek-korek,” ujar Maruli di hadapan pimpinan DPR dan para menteri.

Ia juga menambahkan, prajurit TNI AD yang diterjunkan ke lokasi bencana belum menerima pembayaran operasional. Para personel hanya mendapatkan dukungan logistik berupa makanan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sementara kebutuhan lainnya ditutup secara mandiri.

Jembatan Diborong, Masih Berstatus Utang

Lebih lanjut, Maruli menjelaskan bahwa TNI AD telah memborong hampir seluruh stok jembatan darurat jenis Aramco dan Bailey dari berbagai pabrikan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak. Namun, pembelian tersebut hingga kini belum dilunasi.

“Untuk jembatan Aramco sampai pabrik-pabriknya itu kita borong semua Pak, habis kita suruh bikin lagi. Itu pun saya bisik-bisik Bapak saja, masih utang,” kata Maruli, yang sontak memancing tawa peserta rapat.

Dalam suasana santai namun sarat pesan serius itu, Maruli bahkan melontarkan candaan dengan menyebut bahwa Menteri Keuangan yang duduk di sebelahnya seolah “pura-pura tidak melihat” kondisi tersebut.

Guyonan Sarat Makna di Tengah Krisis

Meski dibalut humor, pernyataan KSAD tersebut menyiratkan persoalan mendasar dalam tata kelola anggaran penanganan bencana. DPR RI pun menilai, koordinasi lintas kementerian dan lembaga perlu diperkuat agar kerja-kerja kemanusiaan di lapangan tidak bergantung pada swadaya institusi semata.

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum penting untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan cepat, terukur, dan didukung sistem pendanaan yang jelas. Di tengah suasana rapat yang serius, momen guyonan antara Menkeu dan KSAD justru menjadi pengingat bahwa di balik angka dan kebijakan, ada kerja keras aparat dan prajurit yang berjibaku langsung di lapangan demi keselamatan masyarakat.


Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 30 Desember 2025

Posting Komentar

0 Komentar