Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Bentrokan Antarwarga Pecah di Wamena, Sengketa Adat Rp20 Miliar Jadi Pemicu

WAMENA, PAPUA PEGUNUNGAN OLEMAH.COM — Bentrokan antarwarga pecah di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Senin, 19 Januari 2026. Kericuhan dipicu belum tuntasnya penyelesaian adat atas kasus pembunuhan seorang pria dari Suku Yali yang terjadi pada Desember 2025 lalu.

Bentrokan bermula dari proses penyesuaian masalah atau penyelesaian adat antara keluarga korban dan pihak pelaku yang berlangsung di sekitar Kantor Bupati Jayawijaya. Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban tetap menuntut pembayaran “kepala” senilai Rp20 miliar sebagai syarat perdamaian.

Namun, pihak pelaku hanya mampu memenuhi tuntutan dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Perbedaan tuntutan ini memicu adu mulut, ketegangan meningkat, hingga akhirnya berujung bentrokan fisik antarwarga.

Situasi kemudian memburuk ketika kericuhan meluas dari kawasan Kantor Bupati Jayawijaya ke Pasar Misi Wamena. Hingga Senin malam, kondisi di sekitar Pasar Misi dilaporkan masih mencekam. Sejumlah kelompok massa melakukan pemalangan jalan dan berjaga di beberapa titik dengan menggunakan anak panah serta senjata tradisional.

Akibat bentrokan tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Banyak pedagang menutup kios lebih awal, sementara arus lalu lintas di sekitar Pasar Misi lumpuh total karena pemalangan jalan.

Aparat keamanan dari TNI dan Polri segera dikerahkan untuk mengamankan situasi dan mencegah konflik meluas. Patroli gabungan dilakukan, disertai pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik adat tersebut.

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang. Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk kembali memfasilitasi proses penyelesaian adat secara damai, agar konflik tidak berlarut dan menimbulkan dampak sosial yang lebih besar.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya penyelesaian konflik adat secara cepat, adil, dan menyeluruh, guna menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di wilayah Papua Pegunungan.

Sumber : Haluk

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 19 Januari 2026

Posting Komentar

0 Komentar