Tanpa alat keselamatan memadai, Niko bersama 4–5 warga setempat berlari dari rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian, lalu langsung berenang ke laut menghadapi arus dan ombak demi menyelamatkan para penumpang.
“Saya kira dia mau ambil air, jadi saya mau jalan ke darat. Tapi saya balik lihat ke laut, pesawat sudah tenggelam di depan,” ujar Niko dalam wawancara yang kini viral di media sosial.
Berenang 20 Meter Lawan Ombak, Ikat Pesawat dengan Tali Kecil
Pesawat jenis Cessna Caravan berkapasitas maksimal delapan orang itu sempat terapung beberapa saat sebelum terseret arus laut. Dalam kondisi genting, Niko mengikatkan tali kecil di pinggangnya, lalu berenang sejauh 15–20 meter melawan arus deras.
“Berenang sampai lidah mau putus. Arus kuat sekali. Tali kecil saja yang kita pakai,” tuturnya.
Dua warga lain membantu membawa tali ke badan pesawat. Setelah berhasil diikat, mereka perlahan menarik pesawat ke arah pantai, sementara penumpang dievakuasi satu per satu.
Semua Penumpang Selamat, Tanpa Korban Jiwa
Para penumpang yang terdiri dari pilot, remaja, dan orang dewasa berhasil keluar melalui pintu pesawat yang sudah terbuka. Mereka dipapah naik ke badan pesawat sebelum akhirnya ditarik ke darat hingga ke tepi dermaga.
“Penumpang keluar sendiri, kita tuntun dan dorong ke atas badan pesawat. Semua naik dulu, baru kita tarik ke darat,” jelas Niko.
Tak lama berselang, dua unit mobil bantuan dari Bandara Douw Aturure tiba di lokasi. Berkat aksi cepat warga, seluruh penumpang dinyatakan selamat, tanpa korban jiwa. Barang-barang penumpang dilaporkan berantakan, namun pesawat dalam kondisi kosong saat evakuasi akhir.
Diduga Gangguan Mesin Usai Lepas Landas
Niko mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut. Namun ia melihat pesawat baru saja lepas landas sebelum terdengar suara tidak normal.
“Baru naik dari bandara, tiba-tiba bunyi kaget. Pesawat jatuh tidak terkendali,” katanya.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait dugaan gangguan mesin sebagai penyebab kecelakaan.
Viral di Media Sosial, Publik Minta Negara Beri Penghargaan
Video dan kesaksian Niko Raiki menyebar luas di media sosial dan mendapat apresiasi besar dari warganet. Banyak yang menyebutnya pahlawan tanpa tanda jasa, bahkan mendesak pemerintah pusat dan daerah memberikan penghargaan resmi.
“Teman-teman saya terlalu kuat,” ucap Niko merendah, kalimat sederhana yang justru mengundang simpati luas.
Aksi heroik ini kembali menegaskan kekuatan solidaritas masyarakat Papua, yang dengan keberanian dan keikhlasan mampu menyelamatkan nyawa di tengah keterbatasan.
Sumber : Gobai
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 28 Januari 2026


0 Komentar