Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Wisata Trekking di Hutan Lindung Cycloop Jayapura: Tips Aman bagi Pemula dan Jalur Tercepat

Wisata Trekking di Hutan Lindung Cycloop Jayapura: Tips Aman bagi Pemula dan Jalur Tercepat

SENTANI, LELEMUKU.COM - Hutan Lindung Cycloop (atau Pegunungan Cycloop/Dafonsoro) di sekitar Kota Jayapura, Papua, menjadi salah satu destinasi trekking favorit bagi pecinta alam. Kawasan ini terletak di Distrik Sentani dan Jayapura Utara, dengan ketinggian mencapai 2.034 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menawarkan pemandangan hutan tropis lebat, air terjun kecil, serta panorama Danau Sentani dari ketinggian. Hutan lindung ini berfungsi sebagai paru-paru kota Jayapura, menjaga kualitas udara dan sumber air, serta habitat berbagai flora dan fauna endemik Papua.

Bagi pemula, trekking di Cycloop tergolong sedang hingga menantang dengan durasi 4–7 jam single track (pulang-pergi) tergantung jalur dan kecepatan. Jalur tercepat dan paling populer adalah start dari Mata Jalan Sosial atau BTN Sosial Sentani menuju puncak Gunung Dafonsoro. Jalur ini relatif lebih pendek (sekitar 4–5 jam naik) dibandingkan start dari Ifar Gunung atau Kampung Maribu yang lebih panjang dan terjal. Trekking biasanya dimulai pagi hari sekitar pukul 06.00–08.00 WIT untuk menghindari hujan sore dan memaksimalkan cahaya siang.

Tips aman trekking bagi pemula di Hutan Lindung Cycloop:
- Gunakan alas kaki trekking yang nyaman dan anti selip karena jalur sering berlumpur, berbatu, dan licin saat hujan.
- Bawa perbekalan cukup seperti air minum minimal 2 liter, makanan ringan energi tinggi, jas hujan, dan obat-obatan pribadi karena tidak ada warung di sepanjang jalur.
- Selalu trekking bersama guide lokal atau rombongan minimal 3–4 orang untuk menghindari tersesat di jalur yang belum sepenuhnya ditandai.
- Perhatikan cuaca: waktu terbaik adalah musim kemarau (April–Oktober) karena jalur lebih kering dan aman. Hindari musim hujan karena risiko longsor dan banjir kecil tinggi.
- Patuhi aturan kawasan lindung: jangan merusak tanaman, tidak meninggalkan sampah, dan koordinasi dengan pengelola atau polisi hutan setempat sebelum naik.
- Gunakan aplikasi peta offline atau GPS karena sinyal telepon sering hilang di dalam hutan.
- Siapkan fisik dengan latihan ringan sebelumnya, karena tanjakan curam dan jalur licin bisa melelahkan.

Kawasan ini juga menjadi spot foto favorit dengan latar hutan hijau, akar pohon raksasa, dan pemandangan Danau Sentani dari ketinggian. Namun, tetap jaga kelestarian karena Cycloop mengalami ancaman perambahan dan sampah plastik di beberapa titik. Pengunjung diimbau membawa pulang sampah sendiri dan mendukung upaya konservasi lokal seperti penanaman mangrove dan patroli masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua atau komunitas pendaki lokal di Jayapura. Trekking di Hutan Lindung Cycloop bukan hanya petualangan, tapi juga cara menghargai kekayaan alam Papua yang perlu dilestarikan bersama. (evu)

Posting Komentar

0 Komentar