WASHINGTON, OLEMAH.COM– Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) Iran di Laut Arab, Selasa (3/2). Insiden tersebut terjadi saat drone Iran dilaporkan mendekati USS Abraham Lincoln (CVN 72) yang tengah beroperasi di wilayah tersebut.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan, tindakan penembakan dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap kapal induk dan aset militer AS di kawasan Laut Arab. Drone tersebut dinilai melakukan manuver yang berpotensi membahayakan keamanan kapal induk AS.
Meski demikian, Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump tetap mengedepankan jalur diplomasi dalam menghadapi ketegangan dengan Iran. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut Presiden Trump masih berkomitmen untuk mengupayakan penyelesaian melalui dialog.
“Presiden tetap berkomitmen untuk selalu menempuh jalur diplomasi. Namun, diplomasi membutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak,” kata Leavitt.
Dalam upaya tersebut, Steve Witkoff, utusan khusus Amerika Serikat, dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan pihak Iran pada akhir pekan ini. Leavitt menegaskan bahwa agenda pertemuan tersebut masih berjalan sesuai rencana.
Namun demikian, Gedung Putih juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki berbagai opsi dalam merespons situasi yang berkembang, termasuk penggunaan kekuatan militer.
“Presiden selalu memiliki berbagai pilihan, termasuk penggunaan kekuatan militer. Pihak Iran memahami hal itu lebih baik daripada siapa pun,” tambah Leavitt.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden penembakan drone tersebut. Situasi di kawasan Laut Arab masih terus dipantau oleh komunitas internasional, mengingat wilayah itu merupakan jalur strategis pelayaran dan kepentingan energi global.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang selama beberapa tahun terakhir kerap diwarnai aksi militer, sanksi ekonomi, serta upaya diplomasi yang berjalan di tengah situasi geopolitik yang rapuh.
Sumber : jpnn.com
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 05 Februari 2026

0 Komentar