Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

KPMY Soroti Keamanan Guru dan Siswa di Yahukimo, Desak Sekolah Dijadikan Zona Bebas Konflik

 

YAHUKIMO, Olemah.com – Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) menyampaikan keprihatinan serius terhadap kondisi keamanan dan kenyamanan guru serta siswa di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Situasi konflik bersenjata yang berkepanjangan dinilai telah menghambat proses pendidikan dan mengancam keselamatan tenaga pendidik maupun peserta didik.

Kekhawatiran tersebut disampaikan KPMY setelah terjadinya gangguan keamanan di ibu kota Dekai pada 2 Februari 2026. Menyikapi kondisi itu, KPMY mengaku telah melakukan audiensi langsung dengan sejumlah sekolah di Yahukimo untuk mendengar keluhan dan situasi riil di lapangan.

Dalam keterangannya, KPMY menilai dunia pendidikan di Yahukimo memerlukan pendekatan khusus yang mengutamakan keamanan guru dan siswa, serta fleksibilitas kurikulum. Hal ini penting karena banyak sekolah tidak dapat berjalan secara efektif akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan.

“Akibat konflik, banyak siswa tidak mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Sejumlah fasilitas sekolah rusak, dan tenaga pengajar hidup dalam ketakutan sehingga proses belajar mengajar terhenti,” demikian pernyataan KPMY.

KPMY menegaskan bahwa guru dan tenaga kesehatan kerap menjadi sasaran dalam konflik bersenjata di Yahukimo. Kondisi ini menimbulkan trauma dan rasa takut, yang berdampak langsung pada terhentinya layanan pendidikan di berbagai wilayah.

Atas dasar itu, KPMY mendesak aparat keamanan, khususnya Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk menjamin perlindungan dan keselamatan guru serta siswa di daerah rawan konflik.

“Kami meminta pemerintah serta TNI dan Polri menjamin keamanan guru dan siswa, serta melakukan evaluasi menyeluruh. Guru adalah warga sipil netral yang tidak memihak siapa pun,” tegas KPMY.

Selain itu, KPMY juga menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, baik TPNPB maupun aparat keamanan, agar menghentikan kontak senjata di sekitar lingkungan sekolah. Sekolah, menurut KPMY, harus dijaga sebagai ruang aman untuk mencerdaskan generasi muda Yahukimo.

“Sekolah adalah sarana yang disiapkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Yahukimo. Karena itu, sekolah tidak boleh dijadikan pangkalan keamanan atau sasaran konflik oleh pihak mana pun,” lanjut pernyataan tersebut.

KPMY juga mendorong penerapan pendekatan keamanan yang berbasis perlindungan anak dan masyarakat sipil, dengan menetapkan sekolah sebagai zona bebas konflik yang wajib dihormati oleh seluruh pihak.

Di akhir pernyataannya, KPMY mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap masa depan pendidikan di Yahukimo.

“Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Mari peduli pada pendidikan di sekitar kita, mendukung program pendidikan yang inovatif dan efektif, serta menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama untuk memajukan sumber daya manusia dan kualitas hidup masyarakat Yahukimo,” tutup Ketua KPMY.


Sumber : Ketua KPMY

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 09 Februari 2026

Posting Komentar

0 Komentar