Kericuhan tersebut dipicu persoalan pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025 serta polemik pergantian bendahara di empat kampung di Distrik Karu.
Dua Kelompok Terlibat Bentrok
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua kelompok warga yang terlibat bentrok masing-masing dipimpin oleh Mandius Kogoya, mantan Kepala Distrik Karu sekaligus bendahara lama, dengan dukungan sekitar 150 orang massa, serta Metinus Kogoya selaku bendahara baru dengan jumlah massa yang hampir sama.
Awalnya, kedua kelompok berada di lokasi berbeda. Massa dari pihak Mandius Kogoya berkumpul di depan Lapas Kelas II B Wamena, sementara massa Metinus Kogoya berada di kawasan Olala, Jalan Hom-Hom.
Rencana pencairan dana desa yang dijadwalkan berlangsung pada hari itu membuat kedua kelompok bergerak dan berkumpul di sekitar Terminal Tolikara, Jalan Trikora.
Bentrokan Dipicu Dugaan Serangan Anak Panah
Situasi memanas ketika Mandius Kogoya bersama satu unit kendaraan roda empat datang dari arah Lapas menuju Jalan Trikora dan diduga melepaskan anak panah ke arah kelompok Metinus Kogoya.
Serangan tersebut memicu aksi saling balas menggunakan batu dan alat perang tradisional, sehingga suasana di pusat Kota Wamena sempat mencekam dan aktivitas warga terganggu.
Aparat Turun Tangan
Personel Polres Jayawijaya dan Polres Lanny Jaya yang dipimpin Kapolres Jayawijaya, Anak Agung Made Satriya Bimantara, segera turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi.
Aparat membubarkan massa dengan tembakan gas air mata. Sekitar pukul 16.12 WIT, bentrokan berhasil diredam. Massa dari pihak Mandius Kogoya mundur kembali ke depan Lapas Wamena di Jalan Hom-Hom.
Upaya Mediasi
Setelah situasi terkendali, Kapolres Jayawijaya memberikan imbauan kamtibmas kepada kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak kembali terprovokasi.
Dalam pertemuan tersebut, Mandius Kogoya menyatakan kesediaannya untuk mengikuti mediasi terkait pergantian empat bendahara kampung dan pencairan Dana Desa Tahap II Tahun 2025. Ia juga meminta agar proses mediasi difasilitasi oleh Polres Jayawijaya.
Pihak Mandius mengakui adanya permasalahan di empat kampung yang seharusnya dimediasi terlebih dahulu. Namun mereka menilai Kepala Distrik Karu, Armin Yikwa, tetap memaksakan pencairan dana dilakukan hari itu sehingga memicu ketegangan.
Sementara itu, Kapolres juga mengimbau massa Metinus Kogoya agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi balasan. Massa kemudian dikawal aparat kembali ke Kompleks Olala melalui Jalan Trikora, Jalan Patimura, Jalan SD Percobaan, dan Jalan Muai.
Situasi Kondusif
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Wamena dilaporkan telah kondusif. Aparat keamanan masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan.
Pihak kepolisian berharap mediasi dapat segera dilakukan agar persoalan Dana Desa dan pergantian bendahara di Distrik Karu dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik baru.
Sumber : Diel Gombo
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 02 Maret 2026

0 Komentar