Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

China Salurkan Bantuan Rp3,38 Miliar untuk Korban Serangan Rudal di Sekolah Iran

Jakarta, Olemah.com – Pemerintah China mengumumkan akan menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat bagi keluarga siswa yang menjadi korban serangan rudal di sebuah sekolah di Iran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa warga sipil di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri China pada Jumat (13/3/2026) setelah insiden serangan rudal yang menghantam wilayah selatan Iran dan menimbulkan korban jiwa, termasuk anak-anak sekolah.

Iran sebelumnya menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan udara tersebut.

China Salurkan Bantuan Rp3,38 Miliar

China menyatakan akan memberikan bantuan sebesar 200.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3.380.000.000 (tiga miliar tiga ratus delapan puluh juta rupiah).

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada keluarga siswa korban serangan rudal di Kota Minab.

Dana bantuan ini dikelola oleh Palang Merah China dan akan disalurkan melalui Bulan Sabit Merah Iran.

Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga siswa yang menjadi korban di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Beijing terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Iran.

“Dalam semangat kemanusiaan, China siap terus memberikan bantuan untuk mendukung rakyat Iran melewati masa sulit ini,” ujar Guo Jiakun.

China Kutuk Serangan terhadap Sekolah

Selain memberikan bantuan kemanusiaan, pemerintah China juga mengecam keras serangan rudal yang menghantam fasilitas pendidikan tersebut.

Beijing menilai serangan terhadap sekolah yang menimbulkan korban anak-anak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Menurut Guo Jiakun, operasi militer dalam situasi konflik harus tetap mematuhi aturan internasional dan tidak boleh menyasar warga sipil maupun fasilitas publik.

“Serangan terhadap sekolah dan anak-anak merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional yang melampaui batas kemanusiaan dan moralitas,” tegasnya.

Konflik Timur Tengah Semakin Memanas

Serangan terhadap sekolah di Iran tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran dunia internasional.

Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga memicu tekanan diplomatik dari berbagai negara agar konflik di kawasan Timur Tengah segera dihentikan.

Banyak pihak mendesak agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik menghormati hukum internasional dan perlindungan terhadap warga sipil, khususnya anak-anak.


Sumber : IDN Times  

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 15 Maret 2026

Posting Komentar

0 Komentar