Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Sampari Warik Wetipo, menyampaikan sambutan politik yang menegaskan posisi dan pandangan organisasi terhadap situasi Papua.
Tegaskan Latar Belakang Berdirinya KNPB
Dalam pidatonya, Warpo menyatakan bahwa KNPB lahir dari situasi yang menurut mereka merupakan bentuk ancaman terhadap eksistensi dan hak-hak masyarakat Papua.
“KNPB lahir karena ada penjajahan di atas tanah ini. Maka tugas KNPB sebagai media rakyat adalah terus menyuarakan ancaman penjajahan terhadap Orang Asli Papua,” ujarnya di hadapan peserta pelantikan.
Ia menekankan bahwa organisasi tersebut memandang berbagai persoalan di Papua—baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun sosial—sebagai bagian dari tantangan besar yang harus disadari dan dipahami oleh masyarakat.
Soroti Isu HAM dan Hak Politik
Dalam sambutannya, Ketua KNPB Pusat juga menyinggung sejumlah isu yang selama ini menjadi perhatian organisasi, antara lain:
Dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan pendekatan keamanan yang dinilai berlebihan.
Persoalan pengelolaan sumber daya alam dan dampaknya terhadap masyarakat adat.
Hak penentuan nasib sendiri yang menurut mereka menjadi agenda perjuangan politik KNPB.
Isu marginalisasi Orang Asli Papua di berbagai sektor kehidupan.
KNPB menyatakan bahwa organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah aspirasi politik rakyat Papua dan terus menyuarakan tuntutan yang mereka anggap sebagai hak dasar masyarakat.
Pelantikan Jadi Konsolidasi Organisasi
Pelantikan Ketua KNPB Wilayah Numbay disebut sebagai bagian dari konsolidasi internal organisasi dalam memperkuat struktur dan koordinasi di tingkat wilayah.
Acara berlangsung dengan pengamanan terbatas dan diikuti oleh simpatisan serta anggota KNPB dari sejumlah daerah di Papua.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait pernyataan politik yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sumber : Doni Siep
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 01 Februari 2026

0 Komentar