WAMENA, OLEMAH.COM – Sejumlah mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Yahukimo, khususnya dari Distrik Kosarek, kini menghadapi ancaman serius kehilangan tempat tinggal di Wamena, Papua Pegunungan.
Mahasiswa yang berasal dari empat kampung, yakni Mine, Tiple, Konosa, dan Lulun, terancam harus meninggalkan asrama (kubuk) yang selama ini mereka tempati, setelah adanya permintaan dari pemilik tanah agar lokasi tersebut segera dikosongkan.
Situasi ini menjadi pukulan berat bagi para mahasiswa yang menggantungkan tempat tersebut sebagai satu-satunya hunian untuk melanjutkan pendidikan di Wamena.
Ancaman Nyata bagi Pendidikan
Dengan keterbatasan ekonomi dan tidak adanya alternatif tempat tinggal, para mahasiswa kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Jika tidak segera ditangani, persoalan ini berpotensi:
Mengganggu aktivitas perkuliahan
Menghentikan proses belajar
Bahkan mengancam masa depan pendidikan mereka
Mahasiswa menegaskan bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat kebersamaan, pembinaan, dan perjuangan mereka sebagai generasi muda Yahukimo.
Seruan kepada Pemerintah dan DPRD
Dalam pernyataan resminya, mahasiswa dari Distrik Kosarek memohon perhatian serius dari pemerintah daerah serta DPRD Kabupaten Yahukimo.
Sorotan khusus ditujukan kepada Yafet Saram selaku Ketua Komisi C DPRD Yahukimo yang merupakan perwakilan dari Distrik Kosarek.
Mahasiswa berharap adanya langkah konkret dan cepat untuk menyelesaikan persoalan ini.
Empat Tuntutan Mahasiswa
Mahasiswa menyampaikan empat poin penting sebagai harapan kepada pemerintah:
Pemerintah daerah segera memfasilitasi penyelesaian masalah antara pemilik tanah dan mahasiswa.
DPRD memperjuangkan hak-hak mahasiswa sebagai generasi penerus daerah.
Penyediaan tempat tinggal sementara atau pembangunan asrama baru di Wamena.
Perhatian serius terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal Distrik Kosarek.
⚖️ Bukan Sekadar Tempat Tinggal
Mahasiswa menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal hunian, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Yahukimo.
Tanpa tempat tinggal yang layak, mahasiswa berisiko kehilangan arah hidup, semangat belajar, hingga kesempatan meraih cita-cita.
“Jangan biarkan generasi Yahukimo kehilangan arah hidup hanya karena tidak memiliki tempat tinggal,” tegas pernyataan mahasiswa.
Desakan Aksi Cepat
Mahasiswa berharap pemerintah daerah dan DPRD segera mengambil langkah nyata dan berpihak demi menyelamatkan masa depan generasi Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di tanah rantau.
Pernyataan ini dirilis oleh kelompok Mahasiswa Intelektual Mine sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang sedang terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian penting terkait akses pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa Papua Pegunungan, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari krisis sosial.
Sumber : Yanais Yalak
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 14 April 2026


0 Komentar