YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo membebaskan Kone Kobak yang diketahui menjabat sebagai Ketua Diplomasi Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yahukimo setelah sebelumnya diamankan aparat beberapa hari lalu di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pembebasan Kone Kobak dilakukan setelah proses pemeriksaan dan interogasi oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Yahukimo serta adanya koordinasi yang dibangun oleh pihak KNPB Wilayah Yahukimo.
Informasi pembebasan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KNPB Wilayah Yahukimo, Nifal Enggalim, saat ditemui wartawan di Sekretariat KNPB Wilayah Yahukimo, Rabu (20/5/2026).
“Hari ini kami menyambut pembebasan Kone Kobak Ketua Diplomasi KNPB Wilayah Yahukimo. Kami menyampaikan terima kasih atas semua dukungan dan doa yang telah diberikan,” ujar Nifal Enggalim.
Penangkapan Terjadi di Rumah Kone Kobak
Menurut penjelasan pihak KNPB, penangkapan terhadap Kone Kobak terjadi pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIT di rumahnya di kawasan Kali Merah, Kota Dekai.
KNPB menyebut aparat gabungan yang disebut sebagai Tim Damai Cartenz melakukan penggeledahan di rumah tersebut sebelum membawa Kone Kobak ke Polres Yahukimo untuk diperiksa.
Pihak KNPB menyatakan bahwa dari hasil penggeledahan tidak ditemukan barang bukti yang dicurigai terkait dugaan tindak pidana maupun keterlibatan dalam aksi kekerasan di Yahukimo.
KNPB Sebut Tidak Terbukti Bersalah
Ketua KNPB Yahukimo, Nifal Enggalim, menegaskan bahwa Kone Kobak tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum sebagaimana yang dicurigai aparat keamanan.
Menurutnya, KNPB merupakan gerakan sipil yang mengedepankan perjuangan damai tanpa kekerasan.
“Perlawanan kami adalah perjuangan damai dan bermartabat yang mengutamakan nilai kemanusiaan,” tegas Nifal Enggalim.
Ia juga membantah tuduhan bahwa Kone Kobak membawa alat tajam saat diamankan aparat.
Dugaan Kekerasan Saat Pemeriksaan
Dalam keterangannya kepada media, Kone Kobak mengaku mengalami tindakan kekerasan saat berada di Polres Yahukimo.
Ia mengatakan sempat mendapat pukulan di bagian wajah serta mengalami perlakuan kasar saat proses pemeriksaan berlangsung.
“Saya mendapat pukulan di bagian pipi dan telinga, lalu tangan dan kaki saya diikat,” ujar Kone Kobak saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Kone juga menyampaikan bahwa dirinya akhirnya dipulangkan pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIT.
KNPB Soroti Situasi Yahukimo
KNPB Wilayah Yahukimo menilai situasi keamanan di Yahukimo saat ini membuat aktivitas masyarakat sipil maupun aktivis menjadi terbatas.
Mereka meminta agar proses penegakan hukum dilakukan sesuai aturan dan tidak terjadi tindakan yang dianggap mencederai hak asasi manusia maupun demokrasi.
Selain itu, KNPB mengimbau masyarakat Papua di Yahukimo agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal meski situasi keamanan masih dinilai rawan.
KNPB Tegaskan Tetap Gunakan Jalur Damai
Dalam pernyataannya, KNPB Wilayah Yahukimo menegaskan bahwa mereka akan tetap menjalankan aktivitas organisasi melalui jalur damai dan tanpa kekerasan.
Pihak KNPB juga menyatakan akan terus melakukan aktivitas sosial dan penyampaian aspirasi secara damai di Yahukimo dalam waktu mendatang.
Polisi Belum Berikan Keterangan Resmi
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Yahukimo belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan dan pembebasan Kone Kobak.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pihak kepolisian disebut belum mendapatkan tanggapan resmi.
Pembebasan Ketua Diplomasi KNPB Wilayah Yahukimo, Kone Kobak, kembali menyoroti situasi keamanan dan dinamika sosial-politik di Papua Pegunungan. Berbagai pihak kini berharap seluruh proses penegakan hukum tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan, dialog, dan penghormatan terhadap hak-hak sipil masyarakat.
Sumber : Piter Logon
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 21 Mei 2026

0 Komentar