Meski sukses meraih tiga poin dan tampil dominan sepanjang pertandingan, skuad asuhan Julian Nagelsmann gagal mencatatkan clean sheet setelah Curacao berhasil mencetak satu gol bersejarah yang akan dikenang sepanjang sejarah sepak bola negara Karibia tersebut.
Jerman Langsung Mengamuk
Sejak peluit awal dibunyikan, Jerman langsung mengambil alih jalannya pertandingan dan menekan pertahanan Curacao.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-6 melalui Felix Nmecha yang berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan.
Setelah unggul cepat, Jerman terus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan berbagai peluang berbahaya.
Nico Schlotterbeck menggandakan keunggulan pada menit ke-38 sebelum Kai Havertz memperbesar skor melalui titik penalti pada masa tambahan waktu babak pertama.
Memasuki babak kedua, dominasi Der Panzer semakin sulit dibendung.
Jamal Musiala mencetak gol keempat hanya dua menit setelah babak kedua dimulai.
Nathaniel Brown kemudian menambah penderitaan Curacao lewat sepakan setengah voli spektakuler pada menit ke-68.
Deniz Undav mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78 sebelum Kai Havertz menutup pesta gol Jerman lewat gol keduanya pada menit ke-88.
Curacao Cetak Sejarah di Piala Dunia
Di balik kekalahan telak tersebut, Curacao tetap membawa pulang momen bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan.
Gol tunggal Curacao dicetak oleh Livano Comenencia pada menit ke-21.
Pemain berusia 22 tahun itu resmi menjadi pencetak gol pertama Curacao dalam sejarah Piala Dunia.
Gol tersebut memiliki makna besar karena menjadi gol perdana negara berjuluk Panther Biru itu sejak tampil untuk pertama kalinya di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Meski kalah, Curacao tetap mendapatkan kebanggaan tersendiri melalui catatan sejarah tersebut.
Julian Nagelsmann Dapat Peringatan
Kemenangan besar ini memang membawa Jerman langsung ke puncak klasemen sementara Grup E dengan koleksi tiga poin.
Namun kegagalan menjaga gawang tetap steril menjadi catatan yang perlu diperhatikan oleh pelatih Julian Nagelsmann.
Lini belakang Jerman beberapa kali terlihat kehilangan konsentrasi dan memberikan ruang bagi Curacao untuk menciptakan peluang.
Jika ingin melangkah jauh di turnamen ini, aspek pertahanan dipastikan menjadi salah satu fokus evaluasi tim pelatih.
Persaingan Grup E Diprediksi Ketat
Meski Jerman difavoritkan menjadi juara grup, sejumlah pengamat menilai perjalanan mereka tidak akan sepenuhnya mulus.
Football Enthusiast Bayu Ajianto dan pengamat sepak bola Richardo Liwang menilai persaingan di Grup E masih sangat terbuka.
Menurut Richardo, Ekuador dan Pantai Gading memiliki kualitas yang cukup untuk menyulitkan Jerman dalam perebutan posisi puncak klasemen.
"Jerman tetap favorit juara grup, tetapi perjalanan mereka tidak akan mudah karena Ekuador dan Pantai Gading memiliki kekuatan yang cukup kompetitif," ujarnya.
Sementara itu Bayu menilai persaingan memperebutkan posisi runner-up grup justru akan menjadi pertarungan paling menarik.
Klasemen Sementara Grup E
Hasil kemenangan besar ini membuat Jerman sementara memimpin klasemen Grup E dengan tiga poin dan selisih gol yang sangat meyakinkan.
Curacao harus puas berada di dasar klasemen setelah mengalami kekalahan telak pada laga perdana mereka di Piala Dunia.
Dengan performa menyerang yang impresif, Jerman mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya bahwa mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan target besar untuk kembali menjadi juara dunia.
Namun kebobolan satu gol dari Curacao menjadi alarm awal bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat pada pertandingan berikutnya.
Sumber : TRIBUNNEWS.COM
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 15-Juni 2026

0 Komentar