Kemenangan meyakinkan tersebut sekaligus mengantarkan Argentina memuncaki klasemen sementara Grup J dengan koleksi tiga poin dan selisih gol positif.
Meski skor akhir terlihat dominan, Aljazair sebenarnya sempat memberikan perlawanan pada babak pertama. Bahkan mereka sempat mencetak gol lebih dulu, namun dianulir karena posisi offside.
Setelah lolos dari ancaman tersebut, Argentina mulai menunjukkan kualitasnya. Messi yang kali ini dimainkan lebih bebas sebagai playmaker di belakang penyerang utama menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Aljazair.
Gol pembuka Argentina lahir pada menit ke-17 melalui tendangan khas Messi dari luar kotak penalti. Mendapat ruang tanpa pengawalan, peraih delapan Ballon d'Or itu melepaskan tembakan akurat yang gagal dihentikan penjaga gawang Aljazair.
Keunggulan tersebut membuat Argentina semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Messi Terlalu Sulit Dihentikan
Pada babak kedua, dominasi Argentina semakin terlihat. Aljazair kesulitan mengantisipasi pergerakan Messi yang terus mencari ruang di antara lini tengah dan lini belakang lawan.
Naluri gol Messi kembali berbicara ketika ia mencetak gol kedua melalui bola muntah hasil kemelut di depan gawang. Ketajamannya dalam membaca situasi membuat para pemain bertahan Aljazair terlambat bereaksi.
Gol ketiga sekaligus hattrick Messi lahir melalui kerja sama apik lini serang Argentina. Umpan matang dari rekan setim berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh sang kapten.
Hattrick tersebut membuat stadion bergemuruh dan menegaskan bahwa Messi masih menjadi senjata utama Argentina dalam perburuan gelar juara dunia.
Cetak Rekor Baru di Piala Dunia
Selain membawa Argentina meraih kemenangan, Messi juga mencatat sejarah baru di panggung sepak bola dunia.
Pemain berusia 39 tahun itu resmi menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun, mulai dari 2006 hingga 2026.
Tak hanya itu, tambahan tiga gol membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia mencapai 16 gol, menyamai bahkan melampaui sejumlah legenda sepak bola dunia dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Catatan tersebut semakin memperkuat status Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Argentina Tunjukkan Status Kandidat Juara
Secara statistik Argentina tampil lebih efektif dibanding Aljazair. Dari sembilan tembakan yang dilepaskan, enam di antaranya mengarah tepat ke gawang dan tiga berhasil menjadi gol.
Sementara Aljazair gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Meski penguasaan bola relatif seimbang, efektivitas dan kualitas individu pemain Argentina menjadi pembeda utama dalam laga ini.
Kemenangan 3-0 menjadi modal berharga bagi Argentina untuk menghadapi dua laga berikutnya di Grup J melawan Austria dan Yordania.
Dengan performa Messi yang masih tajam serta skuad yang semakin matang, Argentina kembali menunjukkan bahwa mereka datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Sumber : FIFA Aword 2026
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 17-Juni 2026

0 Komentar