Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Papua Pegunungan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus upaya memperkuat peran HKTI dalam pembangunan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten Papua Pegunungan.
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (H.C.) John Tabo, S.E., M.B.A. tidak hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Sambutan Gubernur disampaikan oleh Dr. Isak Yando, S.E., M.Si., Staf Ahli Gubernur Papua Pegunungan Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus HKTI yang dilantik serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan DPC HKTI dan Musda DPD HKTI Papua Pegunungan.
Menurut Gubernur, HKTI tidak hanya menjadi organisasi, tetapi dapat menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian di Papua Pegunungan.
Pelantikan DPC HKTI Jadi Momentum Konsolidasi Organisasi
Prosesi pelantikan DPC HKTI se-Papua Pegunungan menjadi salah satu agenda utama kegiatan tersebut.
Berdasarkan rangkaian acara, prosesi pelantikan mencakup pembacaan Surat Keputusan (SK) DPC HKTI, pembacaan ikrar atau janji pengurus DPC HKTI, serta penyerahan dan pengibaran pataka DPC HKTI se-Provinsi Papua Pegunungan.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama pengurus DPC HKTI dan para undangan.
Sebelum pelantikan berlangsung, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta Musda, ucapan selamat datang kepada pimpinan DPN HKTI, orientasi HKTI, pemutaran video pendaftaran KTA, serta rangkaian pembukaan yang diisi tarian daerah, lagu Indonesia Raya dan Tanah Papua serta doa.
Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur organisasi HKTI di wilayah Papua Pegunungan sehingga kepengurusan di tingkat cabang dapat menjalankan program organisasi sesuai kebutuhan masyarakat dan petani.
Gubernur Dorong HKTI Perkuat Sektor Pertanian
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Pegunungan menekankan pentingnya peran HKTI dalam mendorong pembangunan pertanian.
Papua Pegunungan dinilai memiliki potensi pertanian yang besar. Masyarakat juga telah memiliki hubungan erat dengan alam serta pengetahuan dalam mengelola tanah dan sumber daya pertanian.
Potensi tersebut, menurut pesan Gubernur, perlu dikembangkan agar pertanian tidak hanya menjadi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, HKTI diharapkan mampu membangun kerja sama dengan pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas petani, penyediaan bibit dan sarana produksi, pendampingan, pengolahan hasil pertanian hingga pemasaran.
“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tentu tidak dapat bekerja sendiri. Semangat inilah yang perlu kita bangun dengan visi untuk membangun Papua Pegunungan yang bersinar,” demikian inti pesan Gubernur yang disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Dr. Isak Yando.
HKTI Diminta Dampingi Petani
Gubernur juga menekankan pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan lahan pertanian.
Petani membutuhkan pendampingan agar potensi lahan dan hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah.
HKTI diharapkan dapat menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah maupun berbagai pihak yang memiliki sumber daya dan program untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.
Menurut pesan Gubernur, perhatian terhadap sektor pertanian tidak cukup hanya pada proses produksi. Mata rantai setelah panen juga perlu diperkuat, termasuk pengolahan, pengemasan dan pemasaran hasil pertanian.
Dengan demikian, pertanian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menghasilkan komoditas, tetapi dapat berkembang menjadi mata rantai ekonomi yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemerintah, Adat dan Agama Jadi Kekuatan Pembangunan
Dalam sambutan tersebut, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kerja sama antara pemerintah, masyarakat adat dan agama sebagai kekuatan pembangunan Papua Pegunungan.
Ketiga unsur tersebut diharapkan dapat berjalan bersama dalam menjaga kehidupan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Pembangunan pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena tantangan yang dihadapi petani tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga akses, sarana produksi, pendampingan, pemasaran dan pengembangan usaha.
Pelantikan Dilanjutkan Musda DPD HKTI Papua Pegunungan
Setelah pelantikan DPC HKTI se-Papua Pegunungan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan pimpinan DPN HKTI sekaligus pembukaan Musda DPD HKTI Papua Pegunungan.
Dalam rundown kegiatan, Bachtiar Utomo tercantum sebagai pihak yang memberikan arahan sekaligus membuka Musda.
Musda kemudian memasuki tahapan persidangan. Pada Sidang Pleno I, agenda yang dibahas meliputi pengesahan agenda acara, pengesahan tata tertib Musda dan pengesahan pimpinan sidang tetap.
Selanjutnya, Sidang Pleno II membahas pengesahan calon Ketua DPD HKTI dan penetapan Ketua DPD HKTI Provinsi Papua Pegunungan.
Setelah persidangan selesai, dilakukan penyerahan hasil Musda kepada pimpinan sidang. Selanjutnya dilakukan penyerahan pataka kepada Ketua DPD HKTI Provinsi Papua Pegunungan.
Ketua DPD HKTI Papua Pegunungan yang terpilih kemudian dijadwalkan menyampaikan sambutan sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama dan penutupan panitia.
Pengurus HKTI Diminta Jalankan Amanah
Kepada para pengurus HKTI yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Jabatan dalam organisasi, menurut pesan Gubernur, bukan sekadar kedudukan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya para petani.
Pengurus HKTI juga diharapkan saling mendukung serta menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Mari kita bekerja, saling mendukung dan membangun pertanian Papua Pegunungan yang mandiri dan berkelanjutan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Musda Diharapkan Hasilkan Program Nyata
Pelantikan DPC HKTI se-Papua Pegunungan dan Musda DPD HKTI Papua Pegunungan diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan program kerja yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gubernur berharap hasil Musda dapat diterjemahkan menjadi program yang mendukung petani, mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan sarana produksi, pengolahan hasil pertanian hingga pemasaran.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga membuka ruang kerja sama dengan HKTI dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan peningkatan kapasitas petani.
Di akhir sambutan, melalui Staf Ahli Dr. Isak Yando, S.E., M.Si., Gubernur menyampaikan ucapan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Musda dan selamat bekerja kepada pengurus HKTI yang menerima amanah.
“Selamat bermusyawarah, selamat bekerja, dan mari bersama-sama membangun Papua Pegunungan yang lebih maju dan sejahtera,” pesan Gubernur.
Pelantikan DPC HKTI se-Papua Pegunungan di Wamena menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi HKTI sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pertanian sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Pegunungan.
Sumber : Kaki Abu
EditOr : Redaksi Olemah.com
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 30 September 2026

0 Komentar