Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Politikus Singapura Singgung Pemutusan Internet RI Usai Pasokan Gas Dipangkas, Begini Klarifikasinya

Politikus Singapura Singgung Pemutusan Internet Indonesia Usai Pasokan Gas Dipangkas

JAKARTA, OLEMAH.COM — Pernyataan politikus Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mengenai kemungkinan pemutusan jalur internet Indonesia melalui Singapura menjadi sorotan di tengah kebijakan Indonesia mengurangi pasokan gas alam ke negara tetangganya tersebut.

Mantan anggota parlemen Singapura itu mengunggah infografis mengenai ketergantungan lalu lintas internet internasional Indonesia terhadap Singapura melalui akun X miliknya, @calvinelcheng. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan satu kata singkat, yakni “Cut?” atau “Potong?”, yang kemudian memicu beragam reaksi warganet.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena muncul setelah pemerintah Indonesia mengumumkan pengurangan pasokan gas alam ke Singapura. Sejumlah warganet mengaitkan kedua peristiwa itu dengan hubungan energi dan konektivitas digital kedua negara.

Namun, komentar Cheng tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai ancaman resmi pemerintah Singapura untuk memutus jaringan internet Indonesia. Hingga informasi ini disusun, tidak ada pengumuman resmi mengenai rencana pemutusan tersebut.

Calvin Cheng Beri Klarifikasi

Setelah unggahannya mendapat perhatian publik, Cheng kembali menyampaikan pernyataan yang menegaskan bahwa Singapura merupakan negara yang beradab dan menaati hukum.

“Kami adalah orang-orang yang beradab dan taat hukum. Jelas kami tidak akan melakukan ini,” tulis Cheng dalam unggahannya, sebagaimana dikutip sejumlah media.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai klarifikasi bahwa pemutusan jaringan internet Indonesia bukanlah tindakan yang akan dilakukan Singapura. Meski demikian, unggahan awalnya tetap memicu diskusi mengenai ketergantungan infrastruktur digital Indonesia terhadap pusat konektivitas di negara tersebut.

Indonesia Kurangi Pasokan Gas ke Singapura

Sebelumnya, Indonesia mulai mengurangi pasokan gas alam ke Singapura pada 24 Oktober 2026. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pengurangan tersebut mencakup 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra, sehingga totalnya mencapai 31 BBTUD.

Kebijakan ini berkaitan dengan upaya pemerintah Indonesia memprioritaskan kebutuhan energi domestik di tengah meningkatnya permintaan dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya juga menyampaikan bahwa pemerintah mempertimbangkan kembali kontrak ekspor energi agar kebutuhan nasional dapat dipenuhi terlebih dahulu.

Di sisi Singapura, perusahaan pemasok gas Gas Supply mengakui bahwa pengiriman gas kepada pelanggannya terdampak pengurangan sementara pasokan dari Indonesia. Perusahaan tersebut menyatakan sedang berkomunikasi dengan pelanggan yang terdampak dan berkoordinasi dengan pemasoknya untuk menangani situasi tersebut.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong kemudian menyampaikan harapan agar seluruh pihak yang telah menandatangani kontrak komersial memenuhi komitmen masing-masing. Ia juga menyebut importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya berdasarkan kontrak yang berlaku.

Mengapa Jalur Internet Singapura Penting bagi Indonesia?

Singapura dikenal sebagai salah satu pusat konektivitas internet internasional di kawasan Asia Tenggara. Infrastruktur telekomunikasi dan pusat pertukaran internet di negara tersebut menghubungkan jaringan berbagai negara dengan layanan digital global.

Pada Juni 2026, pemberitaan DetikInet yang mengutip pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut sekitar 90 persen lalu lintas internet Indonesia bergantung pada Singapura sebagai jalur utama menuju jaringan global. Angka tersebut menggambarkan besarnya perhatian terhadap ketahanan konektivitas internasional Indonesia.

Meski demikian, angka tersebut tidak berarti seluruh akses internet Indonesia dapat diputus begitu saja oleh satu pihak. Konektivitas digital melibatkan berbagai penyedia jaringan, kabel bawah laut, pusat data, dan jalur penghubung internasional.

Dampak gangguan pada jalur tertentu akan bergantung pada lokasi gangguan, kapasitas jaringan alternatif, serta kemampuan operator mengalihkan lalu lintas data. Karena itu, klaim mengenai kemungkinan pemutusan internet secara menyeluruh harus dibedakan dari risiko gangguan pada jalur konektivitas tertentu.

Ketahanan Digital Indonesia Jadi Perhatian

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan infrastruktur digital nasional. Ketergantungan yang terlalu besar pada satu pusat konektivitas internasional dapat meningkatkan risiko apabila terjadi gangguan teknis, kerusakan kabel, atau hambatan pada jalur jaringan tertentu.

Diversifikasi jalur kabel bawah laut, pengembangan pusat data, serta perluasan konektivitas langsung ke berbagai negara dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap satu titik transit.

Bagi Indonesia, ketahanan internet memiliki arti penting karena layanan digital digunakan dalam kegiatan pemerintahan, transaksi keuangan, perdagangan, pendidikan, komunikasi, hingga operasional perusahaan.

Namun, sampai saat ini, tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa unggahan Calvin Cheng merupakan kebijakan resmi Singapura atau bahwa pemangkasan pasokan gas Indonesia telah memicu keputusan untuk memutus jaringan internet Indonesia.

Hubungan Energi dan Digital Perlu Disikapi Hati-hati

Pengurangan pasokan gas dan komentar mengenai jalur internet merupakan dua persoalan yang muncul dalam periode berdekatan. Meski demikian, hubungan sebab-akibat antara keduanya belum terbukti.

Pemerintah Indonesia menyampaikan kebijakan pengurangan pasokan gas dalam konteks pemenuhan kebutuhan energi domestik, sedangkan pernyataan Cheng merupakan komentar pribadi di media sosial.

Oleh karena itu, perkembangan ini perlu dilihat secara proporsional dengan membedakan kebijakan resmi pemerintah, ketentuan kontrak komersial, dan pernyataan individu di ruang publik.

Penguatan kerja sama bilateral serta ketahanan energi dan digital tetap menjadi hal penting bagi kedua negara yang memiliki hubungan ekonomi erat.


Sumber : Tribun Vidio

EditOr : Redaksi Olemah.com

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 27 Oktober 2026

Posting Komentar

0 Komentar