MAMBERAMO RAYA, OLEMAH.COM — Tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, menggelar Dialog Adat Pemuda Papua Damai untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Burmeso, Distrik Mamberamo Tengah, Minggu (25/10/2026), ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Papua Damai oleh seluruh peserta.
Dialog yang mengangkat tema *“Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”* tersebut berlangsung di kediaman Kepala Suku Meop, Yorgen Meop. Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIT dan berakhir pukul 15.50 WIT, dengan diikuti sekitar 25 peserta dari unsur tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuda dan pemudi setempat.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Kepala Suku Meop Yorgen Meop, Kepala Suku Abiasit Gidion Abiasit, Kepala Kampung Burmeso Nataniel Tasti, Sekretaris Pemuda Burmeso Yosep Meop, dan tokoh pemuda Sakius Abiasit.
Tokoh Adat Ajak Pemuda Jaga Persatuan
Dalam sambutannya, Yorgen Meop mengajak generasi muda Papua menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan, serta melestarikan adat dan budaya leluhur.
Menurut Yorgen, pemuda memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, khususnya di Kabupaten Mamberamo Raya.
“Saya mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Mamberamo Raya untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan. Mari kita menjaga adat istiadat, menghormati perbedaan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai demi masa depan daerah kita,” ujar Yorgen.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Pemuda Didorong Menjadi Pelopor Perdamaian
Sekretaris Pemuda Burmeso, Yosep Meop, menegaskan bahwa generasi muda Papua perlu mengambil peran sebagai pelopor perdamaian sekaligus penggerak pembangunan daerah dengan tetap menjunjung tinggi adat dan kearifan lokal.
Menurut Yosep, pemuda tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun lingkungan sosial yang harmonis melalui komunikasi, musyawarah, dan semangat kebersamaan.
“Sebagai generasi muda Papua, kita harus tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya warisan leluhur. Pemuda harus menjadi contoh dalam menjaga persaudaraan, menolak kekerasan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan pendekatan adat,” kata Yosep.
Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam dialog, terutama mengenai pentingnya mengedepankan nilai adat sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.
Bahas Keamanan, Budaya, dan Bahaya Berita Bohong
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Teks Sumpah Pemuda secara bersama-sama. Para peserta kemudian menerima materi mengenai peran pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban, melestarikan budaya daerah, menangkal berita bohong dan ujaran kebencian, serta berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Mamberamo Raya.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta menyampaikan pandangan serta gagasan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan pemuda untuk menjaga perdamaian dan mempererat hubungan antara tokoh adat, tokoh masyarakat, serta generasi muda.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pikiran mengenai tantangan kehidupan bermasyarakat dan pentingnya membangun komunikasi yang baik ketika menghadapi perbedaan atau persoalan sosial.
Deklarasi Pemuda Papua Damai Jadi Penutup
Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Papua Damai oleh seluruh peserta. Deklarasi tersebut memuat komitmen untuk menjaga persatuan, menolak provokasi dan kekerasan, serta mengedepankan penyelesaian masalah melalui musyawarah dan nilai-nilai adat.
Selain mengikuti dialog dan deklarasi, peserta juga menerima bantuan paket sembako.
Berdasarkan keterangan penyelenggaraan kegiatan, acara berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Melalui dialog adat tersebut, generasi muda Mamberamo Raya diharapkan semakin aktif menjaga stabilitas keamanan, memperkuat solidaritas sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan identitas adat dan budaya Papua.
Sumber :Tribun Vidio
Sumber : Yanto
EditOr : Redaksi Olemah.com
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 26 Oktober 2026

0 Komentar