Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Mali dan Burkina Faso Balas Kebijakan Trump, Warga AS Dilarang Masuk

Bamako, Olemah.com — Dua negara Afrika Barat, Mali dan Burkina Faso, secara resmi mengumumkan pelarangan masuk bagi warga negara Amerika Serikat ke wilayah mereka. Kebijakan tersebut diumumkan pada Selasa (30/12/2025) dan dinyatakan berlaku segera.

Langkah tegas ini diambil sebagai balasan langsung (resiprokal) atas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya melarang warga Mali dan Burkina Faso memasuki Amerika Serikat. Kebijakan larangan masuk tersebut diberlakukan Trump pada 16 Desember 2025 lalu.

Prinsip Resiprokalitas Jadi Dasar Kebijakan

Menteri Luar Negeri Mali dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada prinsip resiprokalitas dalam hubungan internasional.

“Sesuai prinsip resiprokalitas, Pemerintah Republik Mali akan menerapkan kebijakan yang sama terhadap warga negara Amerika Serikat, seperti yang diberlakukan terhadap warga negara Mali. Kebijakan ini berlaku segera,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Mali yang dikutip dari Associated Press.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Burkina Faso melalui dokumen resmi yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Karamoko Jean-Marie Traore, yang menegaskan bahwa negaranya mengambil langkah identik sebagai respons atas kebijakan sepihak Washington.

Dampak Ketegangan Hubungan Diplomatik

Kebijakan saling melarang masuk ini menandai babak baru hubungan yang semakin tegang antara Amerika Serikat dan negara-negara Afrika Barat yang saat ini diperintah oleh junta militer. Mali dan Burkina Faso, bersama Niger, diketahui telah membentuk blok regional tersendiri setelah keluar dari Kelompok Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS).

Sebelumnya, Gedung Putih beralasan bahwa pelarangan masuk warga Mali dan Burkina Faso ke AS dilakukan karena meningkatnya ancaman keamanan akibat aktivitas kelompok bersenjata di kedua negara tersebut. Pemerintah AS juga menilai junta militer di kawasan itu mengalami kesulitan serius dalam memberantas kelompok-kelompok bersenjata, meskipun berulang kali menyatakan komitmen untuk menekan kekerasan.

Dinamika Politik Afrika Barat

Pengamat internasional menilai, kebijakan balasan dari Mali dan Burkina Faso berpotensi memperlebar jarak diplomatik antara Afrika Barat dan Amerika Serikat. Langkah ini juga mencerminkan sikap perlawanan simbolik negara-negara yang dipimpin junta terhadap tekanan politik dan kebijakan luar negeri AS.

Di sisi lain, komunitas internasional mencermati bahwa eskalasi kebijakan resiprokal semacam ini dapat berdampak pada hubungan ekonomi, kerja sama keamanan, serta mobilitas warga sipil lintas negara.


Sumber : Kompas TV

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 01 Januari 2026

Posting Komentar

0 Komentar