Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Protes Ekonomi Meluas di Iran, Hampir 1.000 Orang Ditangkap

Teheran, Olemah.com – Gelombang aksi protes di Iran telah memasuki hari kedelapan dan terus meluas. Demonstrasi kini tercatat terjadi di sedikitnya 222 lokasi di 78 kota, mencakup 26 provinsi di seluruh negeri.

Berdasarkan laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), protes dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi, termasuk inflasi tinggi, daya beli masyarakat yang menurun, volatilitas pasar, serta ketidakamanan kerja yang meluas.

Aksi yang berlangsung beragam, mulai dari unjuk rasa jalanan, pemogokan buruh, hingga demonstrasi yang dipimpin komunitas kampus. HRANA menegaskan bahwa protes tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga meluas ke kota-kota kecil dengan partisipasi lintas kelompok sosial.

Hampir 1.000 Orang Ditahan, Termasuk Anak di Bawah Umur

HRANA mencatat sedikitnya 990 orang telah ditangkap sejak aksi protes dimulai. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Di antara para tahanan terdapat mahasiswa, aktivis masyarakat sipil, serta lebih dari selusin anak di bawah umur berusia antara 15 hingga 17 tahun.

Penangkapan massal dilaporkan terjadi di sejumlah kota, seperti Yazd, Isfahan, Kermanshah, Shiraz, dan Behbahan. Banyak dari mereka disebut telah dipindahkan ke penjara-penjara setempat.

Sebagian penahanan dikaitkan dengan aktivitas di media sosial, sementara lainnya terjadi saat bentrokan langsung antara demonstran dan aparat keamanan di jalanan.

Menurut HRANA, slogan-slogan yang digaungkan para demonstran umumnya berfokus pada kesulitan ekonomi, kritik terhadap pemerintahan, serta tuntutan kebebasan sipil, tanpa terikat pada satu isu tunggal.

“Protes ini tidak terbatas pada pusat kota besar,” tulis HRANA, seraya menekankan keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Polisi Tuding Ada Campur Tangan Asing

Di sisi lain, Kepala Kepolisian Iran Ahmadreza Radan menyatakan pihaknya telah memulai penangkapan terarah terhadap para pemimpin aksi protes. Ia menuding sejumlah tahanan melakukan penghasutan dan menerima pendanaan dalam bentuk mata uang asing.

Sejumlah pejabat pemerintah lainnya, termasuk anggota senior parlemen, juga menyalahkan campur tangan asing sebagai pemicu kerusuhan. Namun, tudingan tersebut mendapat bantahan dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Organisasi Pekerja Iran menyatakan bahwa warga negara memiliki hak sah untuk memprotes kondisi ekonomi dan mata pencaharian mereka. Dukungan serupa disampaikan asosiasi guru dan kelompok pengacara, yang menilai inflasi serta kegagalan kebijakan ekonomi sebagai akar utama keresahan publik.

HRANA menegaskan akan terus mengumpulkan dan memverifikasi data di lapangan, serta berjanji merilis pembaruan apabila aksi protes terus meluas. Situasi di Iran kini menjadi sorotan internasional, mengingat eskalasi demonstrasi berpotensi berdampak pada stabilitas politik dan sosial negara tersebut.


Sumber : Kompa.Com 

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 06 Januari 2026

Posting Komentar

0 Komentar