Ultimatum Trump & Dampaknya
Dalam unggahan di platform media sosialnya, Trump menegaskan bahwa “tidak akan ada lagi minyak atau uang yang pergi ke Kuba — nol!” dan menekankan bahwa Havana perlu menegosiasikan kesepakatan baru dengan Washington sebelum terlambat. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan regional setelah operasi di Venezuela.
Para analis menyebut ini sebagai bagian dari upaya AS untuk membatasi pengaruh sekutu lama Caracas, sekaligus memperluas tekanan terhadap negara-negara yang selama ini bersimpati atau bergantung pada pemerintahan Maduro. Eskalasi ini berpotensi memperdalam krisis ekonomi di Kuba, yang sudah menghadapi kelangkaan bahan bakar, listrik, dan barang kebutuhan pokok.
Reaksi Kuba
Pemerintah Kuba belum mengeluarkan pernyataan diplomatik resmi panjang, tetapi Presiden Miguel DÃaz-Canel menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan penentuan nasib sendiri, dengan menolak tekanan eksternal. Ia menyatakan bahwa Kuba akan tetap “siap mempertahankan tanah air hingga titik darah penghabisan.”
Reaksi keras juga muncul menyusul laporan bahwa puluhan personel militer Kuba tewas dalam operasi AS di Venezuela, yang semakin memperumit hubungan antara Havana dan Washington. Kuba bahkan mengumumkan hari berkabung untuk menghormati para anggota yang tewas, termasuk saat mereka terlibat dalam misi dukungan kepada pemerintah Venezuela sebelum operasi militer AS tersebut.
Konteks Geopolitik
Langkah Trump ini menunjukkan pendekatan tekanan maksimum terhadap sekutu rezim Venezuela, dengan harapan mendorong negosiasi baru yang lebih menguntungkan pihak AS di tengah realokasi pasokan energi global. Hubungan antara AS dan Kuba secara historis sudah tegang sejak embargo ekonomi, sehingga ancaman baru ini berpotensi memperluas ketegangan bilateral dan regional.
Perkembangan ini tentu akan terus mempengaruhi dinamika internasional di Amerika Latin, terutama seiring perubahan besar setelah operasi militer yang dipimpin AS di Venezuela. AS secara jelas menandai sikap tegasnya terhadap negara-negara yang selama ini bersekutu dengan Caracas, dengan kubu Havana sekarang berada di garis depan tekanan diplomatik dan ekonomi Washington.
Sumber : Kompas TV
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 12 Januari 2026

0 Komentar