Ibadah awal tahun ini diikuti oleh seluruh jemaat dari 15 Gereja GIDI yang tersebar di wilayah Klasis Dekai Kota. Sejak pagi hari, jemaat tampak memadati lokasi ibadah hingga memenuhi ruang di dalam kantor klasis.
Namun, berdasarkan pantauan langsung tim redaksi Olemah.com, keterbatasan kapasitas gedung membuat sebagian jemaat terpaksa mengikuti ibadah dari luar ruangan. Kondisi tersebut menyulitkan jemaat yang berada di halaman untuk mengikuti jalannya ibadah secara utuh.
Jemaat Harap Fasilitas Pendukung Ditambah
Akibat tidak tersedianya pengeras suara di luar gedung, sejumlah jemaat yang berada di halaman mengaku kesulitan mendengar khotbah dan rangkaian ibadah. Beberapa di antaranya bahkan memilih pulang sebelum ibadah selesai.
Salah satu jemaat yang ditemui usai meninggalkan lokasi ibadah menyampaikan harapannya agar ke depan pihak klasis dapat menyiapkan fasilitas pendukung yang lebih memadai.
“Kami yang di luar gedung susah ikut ibadah karena tidak kedengaran. Harapan kami ke depan ada speaker di luar atau ibadah bisa dilakukan di luar ruangan supaya semua jemaat yang datang bisa mengikuti dengan baik,” ujarnya.
Momentum Awal Tahun Tetap Penuh Makna
Meski diwarnai keterbatasan teknis, ibadah sambut Tahun Baru 2026 tersebut tetap berlangsung dengan penuh khidmat bagi jemaat yang berada di dalam gedung. Ibadah ini menjadi momentum rohani penting bagi umat GIDI Klasis Dekai Kota untuk mengawali tahun yang baru dengan doa, pengharapan, serta komitmen iman yang diperbarui.
Pihak jemaat berharap evaluasi ke depan dapat dilakukan, mengingat jumlah umat yang terus bertambah dan antusiasme jemaat dalam mengikuti ibadah-ibadah besar seperti Natal dan Tahun Baru sangat tinggi.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 01 Januari 2026

0 Komentar