Rapat yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Yahukimo Redison Manurung, S.Pd., M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Aser Sobolim, S.KM, serta para pimpinan OPD itu memfokuskan pembahasan pada tiga isu utama, yakni evaluasi dampak pemberhentian pelayanan kesehatan publik, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan tenaga kesehatan di wilayah rawan, serta rencana reaktivasi layanan kesehatan.
Situasi Keamanan Memburuk
Dalam arahannya, Bupati Didimus Yahuli mengungkapkan keprihatinan atas situasi keamanan yang dinilai semakin kompleks dan berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Saat ini situasi sangat rumit. Konflik yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa, termasuk tenaga kesehatan dan tenaga pengajar. Sejumlah fasilitas kesehatan dan sekolah juga terdampak,” ujar Bupati.
Akibat kondisi tersebut, beberapa fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yahukimo, sejumlah Puskesmas, dan apotek sempat menghentikan operasional selama dua hari terakhir. Kondisi ini berdampak pada terhambatnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa layanan gawat darurat tetap berjalan untuk memastikan pasien dalam kondisi kritis tetap mendapatkan penanganan.
Komitmen Reaktivasi Layanan Publik
Bupati Yahuli menekankan pentingnya membuka kembali fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan secepat mungkin dengan jaminan keamanan yang memadai.
“Kami ingin mendengar masukan dari semua pihak agar pelayanan kesehatan dan pendidikan dapat kembali berjalan secara aman dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
“Yahukimo adalah milik kita bersama. Semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang kondusif,” tegasnya.
Pernyataan Sikap Tenaga Medis
Dalam rapat tersebut, tenaga medis Kabupaten Yahukimo turut menyampaikan pernyataan sikap. Mereka menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang dilakukan semata-mata untuk kemanusiaan dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik maupun ideologi.
“Tenaga medis bekerja untuk kemanusiaan. Kami bukan bagian dari unsur keamanan maupun kepentingan lain di luar tugas pelayanan kesehatan,” demikian pernyataan yang disampaikan.
Para tenaga kesehatan juga meminta adanya jaminan perlindungan agar mereka dapat menjalankan tugas secara profesional dan aman di lapangan.
Langkah Lanjutan
Pemerintah Kabupaten Yahukimo berencana menyusun SOP pengamanan tenaga kesehatan serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah tersebut.
Sumber : Kompas One
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 21 Februari 2026

0 Komentar