Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Persindug FC & Persiyali Yalimo Soroti Kepemimpinan Wasit dan Dugaan Pelanggaran Regulasi Kompetisi

Wamena, Olemah.com – Kompetisi Liga 4 Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan tajam. Dua klub peserta, Persindug FC dan Persiyali Yalimo, secara resmi melayangkan pengaduan terhadap kinerja perangkat pertandingan serta dugaan pelanggaran regulasi kompetisi.

Surat pengaduan Persindug bernomor 003/KLUB/P-PERSINDUG/2026 ditujukan kepada Ketua Komisi Perwasitan Liga 4 Provinsi Papua Pegunungan menyusul laga kontra Toli FC di Stadion Itlay Ikinia pada 16 Februari 2026.

Persindug Pertanyakan Kartu Merah dan Inkonsistensi Wasit

Kontroversi mencuat pada menit 78.25 saat pemain Persindug, Alius Tabuni, diganjar kartu merah akibat insiden handball. Manajemen Persindug menilai sentuhan bola terjadi secara tidak sengaja, namun wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa tahapan peringatan.

Jika benar demikian, keputusan tersebut berpotensi masuk dalam kategori:

Kelalaian dalam penerapan Laws of the Game

Kesalahan interpretasi terhadap insiden non-deliberate handball

Tak hanya itu, pada menit 10.15 pemain Koy Wandikbo dilaporkan dijatuhkan hingga mengalami cedera bahu. Klub menilai tidak ada tindakan tegas dari wasit maupun asisten wasit atas insiden tersebut.

Persindug juga menyoroti dugaan inkonsistensi hukuman terhadap pelanggaran pemain Toli FC sepanjang pertandingan.


Status Sanksi Toli FC Ikut Dipersoalkan

Lebih jauh, Persindug mempertanyakan keikutsertaan Toli FC dalam kompetisi, merujuk pada Surat Sanksi Nomor 108/PSSI-PPG/2024-2025 yang disebut melarang klub mengikuti Liga 4 sebelum menyelesaikan kewajiban ganti rugi kerusakan stadion musim lalu.

Jika sanksi tersebut belum dituntaskan namun klub tetap diizinkan bertanding, maka muncul pertanyaan serius terkait:

Konsistensi penegakan regulasi

Otoritas match commissioner

Integritas penyelenggaraan kompetisi

Analisis Regulasi PSSI: Apa Konsekuensinya?

Kompetisi Liga 4 berada di bawah koordinasi resmi PSSI, sehingga seluruh perangkat pertandingan dan peserta wajib tunduk pada Kode Disiplin PSSI 2023–2025.

Beberapa pasal yang relevan antara lain:

🔹 Pasal 10 – Tanggung Jawab & Disiplin Umum

Mengatur kelalaian atau ketidakprofesionalan perangkat pertandingan.

Sanksi dapat berupa teguran, skorsing sementara hingga larangan bertugas.

🔹 Pasal 48 & 49 – Serious Foul Play & Violent Conduct

Mengatur pelanggaran serius pemain seperti kekerasan, menyikut, menendang, atau tindakan membahayakan.

Sanksi minimal larangan bermain 2–6 pertandingan disertai denda administratif.

🔹 Pasal 67 – Tidak Menegakkan Laws of the Game

Jika wasit terbukti tidak menerapkan aturan secara benar dan konsisten, dapat dikenakan skorsing penugasan hingga evaluasi lisensi.

🔹 Pelanggaran Integritas Kompetisi

Jika terdapat indikasi keberpihakan atau manipulasi, sanksi dapat berupa pemberhentian permanen dan larangan seumur hidup.

Persiyali Yalimo Ikut Layangkan Protes

Gelombang protes tak berhenti di Persindug. Sehari sebelumnya, Persiyali Yalimo juga mengirimkan pengaduan resmi usai laga pembuka melawan Lapago FC pada 15 Februari 2026.

Ketua Harian Persiyali, Yesaya Alitnoe, S.Sos, menyampaikan sejumlah insiden yang dinilai merugikan tim:

1️⃣ Menit 16.28 – Penginjakan terhadap Kiper

Pemain Lapago FC diduga menginjak kaki kiper Persiyali, Yorlando Laboba, di area gawang. Tidak ada kartu diberikan meski dinilai membahayakan keselamatan pemain.

2️⃣ Menit 37.15 – Tabrakan Keras terhadap Kiper

Pemain Lapago FC menabrak kiper Persiyali dengan keras. Kartu merah baru diberikan setelah protes pelatih, bukan inisiatif langsung wasit.

3️⃣ Menit 70.43 – Keputusan Offside Dipersoalkan

Gol potensial Persiyali dianulir karena keputusan offside yang dianggap keliru oleh tim.

4️⃣ Menit 80.46 – Protes Berujung Kartu Kuning

Pemain Persiyali mendapat kartu kuning saat memprotes keputusan lemparan ke dalam yang dianggap salah.

Manajemen menyatakan telah menyiapkan bukti video untuk mendukung laporan mereka.

Ancaman terhadap Kredibilitas Kompetisi

Dua pengaduan resmi dalam waktu berdekatan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas perwasitan dan pengawasan kompetisi.

Jika terbukti benar, dampaknya tidak hanya pada hasil pertandingan, tetapi juga:

• Menurunkan kredibilitas Liga 4 Papua Pegunungan

• Menggerus kepercayaan klub terhadap penyelenggara

• Memicu potensi konflik antar tim

Hingga Berita Ini Diturunkan

Belum ada tanggapan resmi dari Komisi Perwasitan maupun panitia penyelenggara Liga 4 Papua Pegunungan.

Olemah.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini demi menjaga transparansi, integritas, dan keadilan dalam sepak bola Papua Pegunungan.



Sumber : Herlius Gwijangge

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 21 Februari 2026


Posting Komentar

0 Komentar