Olemah.com, Jakarta – Inovasi bahan bakar alternatif karya anak bangsa, Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos), kini memasuki tahap siap produksi massal. Namun, produksi perdana justru akan dilakukan di luar negeri, tepatnya di Timor Leste.
Produk yang dilabeli sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) ini dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula.
Siap 75 Persen, Produksi Dimulai di Timor Leste
Founder PT Inti Sinergi Formula, Iklas Thamrin, menyebut bahwa Bobibos saat ini telah mencapai kesiapan sekitar 75 persen untuk produksi massal.
“Bobibos saat ini sudah siap 75 persen untuk produksi massal di Timor Leste,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa keputusan memulai produksi di Timor Leste diambil setelah adanya dukungan dan kemudahan regulasi dari negara tersebut.
Diminati Banyak Negara, Indonesia Belum Siap
Sejak diperkenalkan, Bobibos mendapat perhatian dari berbagai negara seperti:
• Malaysia
• Vietnam
• Norwegia
• Timor Leste
Namun, Iklas mengaku awalnya ingin memproduksi di Indonesia. Karena belum mendapat kepastian, akhirnya peluang dari luar negeri dimanfaatkan.
“Regulasi yang sulit di Indonesia justru dipermudah di Timor Leste,” jelasnya.
Kerja Sama dengan Perusahaan Timor Leste
Produksi Bobibos dilakukan melalui kerja sama antara PT Inti Sinergi Formula dengan perusahaan milik pemerintah Timor Leste, yaitu Timor Agronova SA.
Dari kerja sama tersebut, dibentuk perusahaan baru:
Timor Agro Bobibos Energy SA (TB)
Perusahaan inilah yang akan memproduksi BBN Bobibos secara massal.
Target Produksi dan Peluncuran
Produksi awal ditargetkan mencapai:
• 50.000 liter per hari
• 1,5 juta liter per bulan
Peluncuran resmi direncanakan pada:
Akhir April 2026
Oleh Presiden Timor Leste
Saat ini, armada produksi Bobibos sudah dalam perjalanan dari Indonesia menuju Timor Leste dan diperkirakan tiba sekitar 10 April 2026.
Berbasis Limbah Jerami dan Teknologi Bioetanol
Bobibos merupakan bahan bakar alternatif yang dikembangkan dari:
• Limbah jerami
• Bahan nabati lainnya
Teknologinya mengubah bioetanol menjadi hidrokarbon sintetis sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Ke depan, pengembangan akan didukung dengan lahan sekitar 11 ribu hektare untuk menanam bahan baku seperti:
• Padi
• Aren
• Kelapa sawit
Timor Leste Jadi Uji Coba Global
Iklas menyebut Timor Leste sebagai tahap awal atau “pilot project” sebelum ekspansi global.
Jika produksi berhasil, negara lain seperti Vietnam, Norwegia, dan Malaysia berpotensi mengikuti kerja sama serupa.
Peluang Besar Energi Indonesia yang Terlewat
Meski merupakan inovasi anak bangsa, produksi Bobibos di luar negeri menimbulkan pertanyaan besar terkait dukungan terhadap energi alternatif di Indonesia.
Program ini dinilai berpotensi besar dalam:
• Mengurangi impor BBM
• Mendorong energi terbarukan
• Meningkatkan nilai tambah pertanian
Sumber : TRIBUNTRENDS.COM
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 31 Maret 2026

0 Komentar