Olemah.com, Wamena – Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Jhon Tabo, secara resmi meresmikan Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia Papua Pegunungan sekaligus meluncurkan website resmi organisasi tersebut di Pikhe, Wamena, Jumat (27/03/2026).
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan olahraga di Papua Pegunungan, sekaligus menandai langkah menuju sistem organisasi yang lebih modern, transparan, dan berbasis digital.
Jati Diri Orang Pegunungan Jadi Fondasi Pembangunan
Dalam sambutannya, Gubernur Jhon Tabo menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berangkat dari jati diri dan karakter masyarakat pegunungan.
“Kita harus mengangkat jati diri dan karakter kita sebagai orang gunung. Orang gunung itu selalu naik terus,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda mampu melanjutkan pondasi yang telah dibangun agar Papua Pegunungan terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Dorong Pembentukan KONI di Delapan Kabupaten
Gubernur juga menekankan pentingnya percepatan pembentukan KONI di delapan kabupaten sebagai upaya memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.
“KONI di delapan kabupaten harus segera dibentuk. Jika bupati terlibat di tingkat provinsi, maka wakilnya harus aktif di tingkat kabupaten,” tegasnya.
Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan pembinaan olahraga berjalan merata di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
Nilai Spiritual Jadi Kunci Keberhasilan
Selain aspek kelembagaan, Gubernur mengingatkan bahwa setiap kegiatan pembangunan harus dilandasi nilai spiritual.
“Kita harus berjalan bersama Tuhan agar setiap langkah mendapat pertolongan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, firman Tuhan disampaikan oleh Nimanius Agapa yang menekankan pentingnya rasa syukur dalam setiap proses kehidupan.
“Mengucap syukur dalam segala hal adalah kunci. Dengan itu, Tuhan akan membuka jalan, termasuk melahirkan atlet-atlet hebat,” ujarnya.
Menuju Organisasi Modern dan Transparan
Peresmian kantor dan peluncuran website menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola organisasi yang modern.
Sekretaris panitia, Pere Karoba, menyampaikan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mendukung transparansi dan efektivitas kerja organisasi.
“Ini bagian dari tata kelola organisasi yang transparan dan berbasis digital, sekaligus untuk mencetak atlet berprestasi dari delapan kabupaten,” jelasnya.
Target Besar Menuju PON Aceh 2028
Panitia juga menegaskan bahwa peresmian ini merupakan bagian dari persiapan menuju PON Aceh 2028.
Melalui penguatan organisasi dan fasilitas yang ada, atlet Papua Pegunungan diharapkan dapat dipersiapkan secara maksimal untuk bersaing di tingkat nasional.
“Kami ingin memastikan atlet Papua Pegunungan siap tampil dan berprestasi di PON 2028,” tutup panitia.
Sumber : Ardi Payage
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 28 Maret 2026

0 Komentar