Olemah.com, Jakarta – Trigana Air menyampaikan potensi penyesuaian tarif angkutan udara menyusul kenaikan harga bahan bakar penerbangan (avtur) yang dipicu situasi ekonomi global dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditujukan kepada pelanggan cargo retailer tertanggal 26 Maret 2026.
Konflik Timur Tengah Picu Gangguan Pasokan BBM
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung terhadap distribusi minyak dunia, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz.
Gangguan ini menyebabkan pasokan minyak ke berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami hambatan sehingga berdampak pada ketersediaan bahan bakar dalam negeri.
Akibatnya, harga bahan bakar minyak (BBM), termasuk avtur, diperkirakan mengalami kenaikan signifikan.
Trigana Air Siapkan Kebijakan Fuel Surcharge
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Trigana Air menyatakan akan melakukan penyesuaian tarif melalui penerapan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar.
Kebijakan ini akan diberlakukan pada seluruh layanan angkutan udara, baik untuk:
1. Kargo
2. Penumpang
“Apabila terjadi kenaikan harga avtur yang signifikan, maka akan dilakukan penyesuaian tarif melalui penerapan fuel surcharge,” demikian isi pernyataan resmi perusahaan.
Efisiensi Operasional Jadi Prioritas
Meski akan menerapkan penyesuaian tarif, pihak maskapai menegaskan bahwa langkah tersebut hanya akan difokuskan pada komponen bahan bakar.
Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga efisiensi operasional dan tidak membebankan biaya tambahan lain di luar fuel surcharge.
Apresiasi kepada Pelanggan
Dalam suratnya, Trigana Air juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pelanggan cargo retailer yang telah terjalin selama ini.
Perusahaan berharap kerja sama yang telah berjalan dapat terus berlanjut dan menjadi faktor pendukung pertumbuhan usaha bersama.
Dampak ke Masyarakat dan Logistik Papua
Kenaikan tarif angkutan udara diperkirakan akan berdampak pada:
Harga barang di wilayah Papua
Biaya logistik
Distribusi kebutuhan pokok
Hal ini karena transportasi udara masih menjadi tulang punggung distribusi barang di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.
Sumber : Trigana Air Servis
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 28 Maret 2026

0 Komentar