YAHUKIMO, OLEMAH.COM – Ketua GAMKI Kabupaten Yahukimo, Yanis Soll, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi perang suku yang terjadi di Wamena, Papua Pegunungan, yang menewaskan warga asal Distrik Talambo, Kabupaten Yahukimo.
Pernyataan tersebut disampaikan di Dekai pada Jumat (16/5/2026) menyusul kabar meninggalnya istri dan dua anak dari Ketua PAC GAMKI Distrik Talambo, Nikanus Wisal.
Istri dan Dua Anak Dilaporkan Tewas
Dalam keterangannya, Yanis Soll mengatakan bahwa korban merupakan keluarga dari Ketua PAC GAMKI Distrik Talambo.
Korban yang meninggal dunia terdiri dari:
Seorang ibu
Anak berusia 5 tahun
Anak berusia 1 tahun
Mereka disebut menjadi korban dalam konflik perang suku yang terjadi di wilayah Wouma, Wamena.
“Saya sebagai pimpinan pemuda Kristen di Yahukimo sangat prihatin atas kejadian yang merenggut nyawa istri dan anak-anak dari saudara Nikanus Wisal,” ujar Yanis Soll.
Minta Masyarakat Menahan Diri
Meski berduka, Ketua GAMKI Yahukimo mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo yang berada di Wamena agar tetap menahan diri dan tidak terpancing melakukan aksi balasan.
Ia menegaskan bahwa situasi konflik tidak boleh terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kita harus mengampuni tindakan ini. Perang harus segera diakhiri dengan kesepakatan yang kuat agar konflik seperti ini tidak diteruskan oleh generasi berikut,” katanya.
Serukan Persatuan Demi Damai
Yanis Soll juga meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, gereja, tokoh adat, hingga pemerintah daerah, agar bersama-sama menjaga kedamaian dan memulihkan situasi keamanan di Wamena.
Menurutnya, tidak boleh ada lagi perang susulan yang hanya akan menambah korban jiwa dan penderitaan masyarakat Papua.
“Pemuda, gereja, dan pemerintah harus bersatu untuk menormalkan situasi Wamena,” tegasnya.
Konflik Tinggalkan Luka Mendalam
Perang suku yang terjadi di Wamena belakangan ini telah menyebabkan banyak korban jiwa, kerusakan rumah warga, hingga trauma mendalam bagi masyarakat.
Berbagai pihak kini terus menyerukan perdamaian dan meminta semua kelompok menahan diri demi menyelamatkan masa depan Papua Pegunungan.
Seruan damai dari Ketua GAMKI Yahukimo menjadi pesan penting di tengah konflik perang suku di Wamena. Masyarakat diharapkan mengedepankan perdamaian dan menghindari aksi balas dendam demi menjaga persatuan orang Papua.
Sumber : N Sama
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 16 Mei 2026

0 Komentar