Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Jose Nerotou Bocah SD dari Papua Membuat Elon Musk Terkagum di Bali

 Nusa Dua, Bali, Olemah.com - Tak hanya Felicia Dahayu, seorang siswa SD dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang mendapat sorotan publik, tetapi juga Jose Nerotou, seorang bocah dari Papua, yang berhasil membuat CEO SpaceX dan Tesla Inc, Elon Musk, terkesan.

Nama Jose Nerotou mencuat setelah videonya yang tengah memberikan kuliah tentang Kalkulus di Universitas Cendrawasih, Papua, viral di media sosial. Meski masih duduk di bangku kelas 6 SD dan mengenakan seragam merah putih, Jose tampil percaya diri menjelaskan materi Kalkulus di hadapan mahasiswa.

Jose bahkan tampak berdiskusi dengan para mahasiswa mengenai materi Kalkulus yang ia ajarkan, membuatnya dijuluki "Dosen cilik dari Papua". Penjelasannya yang mudah dipahami membuat banyak orang terkagum, mengingat kompleksitas materi yang biasanya sulit bagi anak seusianya.

Baru-baru ini, Jose Nerotou bersama Felicia Dahayu berkesempatan bertemu Elon Musk di sela acara World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada Minggu (19/10/2024). Dalam pertemuan tersebut, Elon Musk memberikan tantangan kepada kedua bocah ini, yaitu mengerjakan soal integral, termasuk menghitung turunan volume bola. Jawaban mereka membuat Elon Musk terkesan.

"Felicia dan Jose mendapat tantangan dari Elon. Tantangan itu adalah pengerjaan soal integral. Salah satunya mereka diminta menghitung turunan volume bola," ungkap Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang juga hadir di Bali. "Jawaban dari dua bocah ini sempat membuat kagum Elon."

Ipuk juga menyebutkan bahwa Felicia kini mendapat pelatihan khusus dari tim Prof Yohanes Surya untuk menghadapi Olimpiade Matematika se-Asia, "Asia Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary School (ASMOPSS)", yang akan diadakan tahun ini. "Felicia bersama Jose mendapat pelatihan khusus dari tim Prof Surya dari Jakarta. Ia diajak Prof Surya ke Bali, dan mendapat kesempatan bertemu Elon Musk," kata Ipuk.

Prof Yohanes Surya adalah seorang ahli fisika ternama yang telah banyak berkontribusi untuk mencerdaskan anak-anak Papua. Setelah menyelesaikan studi fisika di Universitas Indonesia, ia melanjutkan program master dan doktornya di College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat, lulus dengan predikat cum laude.

Setelah mendapatkan gelar PhD, Yohanes Surya menjadi Konsultan Fisika Teoretis di TJNAF/CEBAF (Continous Electron Beam Accelerator Facility) Virginia, Amerika Serikat. Meskipun memiliki izin tinggal dan bekerja di Amerika Serikat, Yohanes Surya memilih kembali ke Indonesia dengan tujuan mengharumkan nama bangsa melalui olimpiade fisika dan mengembangkan ilmu fisika di tanah air.

Dengan bimbingan dari para ahli seperti Prof Yohanes Surya, bakat muda seperti Felicia Dahayu dan Jose Nerotou memiliki peluang besar untuk terus berprestasi dan menginspirasi generasi muda lainnya di Indonesia. (Malik)


Posting Komentar

0 Komentar