Kepala Perwakilan BI Papua, Faturahman, menyampaikan bahwa petani muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sektor pertanian di Bumi Cenderawasih. Namun, sebagian besar dari mereka belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal dalam proses budidaya.
“Penerapan smart farming penting untuk meningkatkan efisiensi dan hasil panen, sekaligus memperkuat daya saing pertanian Papua,” kata Faturahman di Jayapura, Senin.
Smart Farming Jadi Kunci Produktivitas Pertanian Papua
Smart farming merupakan pendekatan modern yang memanfaatkan teknologi digital seperti sensor lahan, aplikasi pemantau tanaman, otomatisasi, hingga pengolahan data berbasis AI untuk mendukung pengambilan keputusan. Teknologi ini memungkinkan petani memproduksi lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.
BI Papua menilai peningkatan produktivitas pertanian harus ditopang oleh tiga komponen penting:
Tenaga kerja
Teknologi
Investasi
Semua itu harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lahan dan lingkungan.
“Kami sangat mendorong penerapan teknologi digital serta praktik Good Agricultural Practices (GAP) di berbagai sentra pertanian Papua,” ujar Faturahman.
Perkuat Ketahanan Pangan & Kendalikan Inflasi
BI Papua menegaskan bahwa transformasi pertanian berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan.
“Peningkatan produktivitas harus berjalan seiring dengan pengendalian inflasi. Transformasi teknologi ini mendukung program strategis pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Gubernur Papua: Pertanian Bukan Lagi Pekerjaan Tradisional
Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menyambut baik program digitalisasi pertanian ini. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan komoditi masa depan yang sangat menjanjikan bagi generasi muda.
“Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Papua. Anak-anak muda harus mulai melihat pertanian sebagai peluang masa depan,” kata Fakhiri.
Fakhiri menekankan bahwa pertanian modern tidak lagi identik dengan pekerjaan berat, melainkan bidang inovatif yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan teknologi.
“Ini bukan lagi pekerjaan tradisional. Dengan inovasi dan teknologi, generasi milenial Papua bisa mewujudkan kemandirian pertanian di Bumi Cenderawasih,” tambahnya.
Mendorong Generasi Muda Lebih Berani Terjun ke Pertanian
Dengan adanya dukungan teknologi smart farming, BI Papua dan Pemerintah Provinsi Papua berharap petani milenial mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi, meningkatkan nilai ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah di masa depan.
Transformasi pertanian Papua dinilai sebagai langkah penting untuk membangun ekonomi daerah yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan gizi masyarakat.
Sumber : Antaranews.com
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 18 November 2025

0 Komentar