Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan mulai terjadi sekitar pukul 08.47 WIT dan berdampak pada puluhan ribu pengguna di wilayah Jayapura dan sekitarnya.
Gangguan Disebabkan Infrastruktur Jaringan
Gangguan ini diduga kuat dipicu oleh kerusakan pada jaringan utama, termasuk kabel fiber optik dan sistem kabel komunikasi laut (SKKL) yang menjadi tulang punggung konektivitas di Papua.
Akibatnya, ratusan BTS sempat tidak berfungsi dan membuat akses internet serta layanan digital tidak dapat digunakan secara normal.
Dampak Langsung ke Pengusaha Online
Para pelaku usaha online di Jayapura dan Sentani mengaku mengalami kerugian besar akibat lumpuhnya jaringan selama hampir setengah hari.
1. Transaksi Penjualan Terhenti
Banyak toko online yang bergantung pada WhatsApp, Instagram, dan marketplace tidak bisa melayani pelanggan.
Pesanan tidak masuk
Chat pelanggan tidak terkirim
Pembayaran digital tertunda
Seorang pelaku usaha di Abepura mengaku kehilangan omzet harian karena tidak bisa merespon pesanan.
2. Kerugian Omzet Harian
Rata-rata pelaku usaha online skala kecil hingga menengah mengalami kerugian:
UMKM kecil: Rp500 ribu – Rp2 juta
Toko online menengah: Rp2 juta – Rp10 juta
Jika dikalkulasikan secara keseluruhan di wilayah Jayapura dan Sentani, potensi kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah dalam satu hari.
3. Gangguan Distribusi dan Pengiriman
Tidak hanya penjualan, sistem logistik juga terdampak:
Kurir tidak menerima order
Tracking paket terganggu
Koordinasi pengiriman tertunda
Hal ini menyebabkan keterlambatan distribusi barang kepada konsumen.
4. Hilangnya Kepercayaan Pelanggan
Banyak pelanggan mengira penjual tidak responsif, padahal penyebabnya adalah gangguan jaringan.
Pembeli beralih ke toko lain
Rating toko berpotensi turun
Komplain meningkat
5. Aktivitas Digital Marketing Lumpuh
Pelaku usaha yang mengandalkan iklan digital juga terdampak:
Iklan tetap berjalan, tapi tidak menghasilkan konversi
Live selling batal dilakukan
Promosi harian gagal
Keluhan Masyarakat dan Harapan
Masyarakat dan pelaku usaha berharap pihak operator, khususnya Telkomsel, dapat:
Memberikan penjelasan resmi
Menjamin stabilitas jaringan
Memberikan kompensasi bagi pelanggan terdampak
Gangguan ini kembali menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur digital yang stabil di Papua, terutama di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap ekonomi berbasis online.
Gangguan jaringan Telkomsel pada 9 April 2026 bukan hanya masalah teknis, tetapi berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Dalam hitungan jam, ribuan pelaku usaha online di Jayapura dan Sentani mengalami kerugian finansial, kehilangan pelanggan, hingga terganggunya operasional bisnis.
Jika tidak segera ditangani secara serius, kejadian serupa berpotensi terus merugikan pelaku UMKM digital di Papua.
Sumber : Kaki Abu
Editor : Redaksi Olemah
Website : www.olemah.com
Diterbitkan : 09 April 2026

0 Komentar