Berita Terbaru

6/recent/ticker-posts

Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia Kutuk Perang Suku Lani–Hubula: “Papua Butuh Perdamaian, Bukan Pertikaian”

JAYAPURA, OLEMAH.COM – Badan Pengurus Harian Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo Se-Jawa Bali dan Sumatera menyampaikan pernyataan sikap terkait konflik horizontal antara suku Lani dan Hubula yang terjadi di Provinsi Papua Pegunungan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah mahasiswa Yahukimo melaksanakan diskusi bersama melalui Google Meet pada 16 Mei 2026 pukul 19.00 WIB sebagai bentuk kepedulian moral, kemanusiaan, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap situasi sosial yang sedang terjadi di Tanah Papua.

Mahasiswa menilai konflik tersebut telah menyebabkan keresahan masyarakat, korban jiwa, luka-luka, pengungsian warga, trauma bagi anak-anak dan perempuan, serta mengganggu pendidikan, ekonomi, dan pelayanan gereja.

“Perang Suku Sangat Merugikan Orang Papua Sendiri”

Dalam hasil diskusi, mahasiswa HPMY menegaskan bahwa perang suku antara Lani dan Hubula tidak memberikan keuntungan apa pun bagi masyarakat Papua Pegunungan.

Menurut mereka, konflik hanya menghancurkan persaudaraan, merusak hubungan kekeluargaan, dan memperlemah masa depan generasi muda Papua.

Mahasiswa menyebut perang suku hanya meninggalkan:

Korban jiwa

Rumah dan honai terbakar

Anak-anak kehilangan pendidikan

Perempuan dan orang tua hidup dalam ketakutan

Pengungsian masyarakat dari kampung halaman

 Desak Pemerintah Segera Mediasi Perdamaian

Mahasiswa HPMY mendesak:

Pemerintah Kabupaten Yahukimo

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan

Aparat keamanan

agar segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan konflik dan membuka ruang perdamaian.

Mereka meminta pemerintah:

Mengutamakan dialog dan pendekatan budaya

Menghindari tindakan yang memperparah situasi

Memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil

Menjamin keamanan pengungsi dan warga terdampak

Minta Gereja dan Tokoh Adat Turun Tangan

Mahasiswa menilai gereja dan tokoh adat memiliki peran penting dalam menyatukan masyarakat Papua.

Karena itu, mereka meminta:

Seluruh pimpinan gereja di Papua Pegunungan

Tokoh adat Lani dan Hubula

Tokoh perempuan dan pemuda

agar segera duduk bersama membangun rekonsiliasi dan perdamaian.

Menurut mahasiswa, nilai Injil, adat, dan budaya Papua sejatinya mengajarkan kasih, persaudaraan, dan penyelesaian masalah secara damai.

Tolak Hoaks dan Provokasi

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa juga menegaskan penolakan terhadap:

Penyebaran hoaks

Ujaran kebencian

Provokasi di media sosial

Hasutan yang memperluas konflik

Mereka mengajak masyarakat Papua Pegunungan untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ajak Pemuda Papua Jadi Pelopor Perdamaian

Mahasiswa Yahukimo mengajak seluruh generasi muda Papua untuk:

Menjadi pembawa damai

Menjaga persatuan antar suku

Mengedepankan dialog

Menolak kekerasan dan balas dendam

Menurut mereka, generasi muda Papua harus menjadi kekuatan yang menjaga masa depan Papua Pegunungan tetap aman, damai, dan bermartabat.

Pernyataan Sikap Mahasiswa HPMY

Dalam hasil diskusi tersebut, mahasiswa HPMY Se-Jawa, Bali dan Sumatera menyampaikan sikap bersama:

Mengutuk segala bentuk kekerasan dan perang suku

Mendesak pemerintah segera melakukan mediasi perdamaian

Meminta gereja dan tokoh adat menjadi jembatan rekonsiliasi

Mengajak masyarakat menjaga persaudaraan sesama orang Papua

Menolak segala bentuk provokasi

Mendukung Papua Pegunungan yang aman, damai, dan bersatu

“Papua Butuh Perdamaian”

Di akhir pernyataannya, mahasiswa Yahukimo menegaskan bahwa masyarakat Papua adalah satu keluarga besar yang harus hidup berdampingan dalam kasih dan persatuan.

“Tanah Papua membutuhkan perdamaian, bukan pertikaian.”

Pernyataan sikap mahasiswa Yahukimo se-Indonesia menjadi seruan moral penting di tengah konflik Papua Pegunungan. Mahasiswa berharap perdamaian dapat segera terwujud melalui dialog, rekonsiliasi adat, dan persatuan seluruh masyarakat Papua.


Sumber : HPMY

Editor : Redaksi Olemah

Website : www.olemah.com

Diterbitkan : 17 Mei 2026

Posting Komentar

0 Komentar